SINARPAGINEWS.COM, KAB. SUKABUMI – Kebutuhan air bersih dan pembangunan infrastruktur irigasi menjadi aspirasi yang banyak disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses anggota DPRD Kabupaten Sukabumi tahun 2026.
Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Dhila Nurdian, mengatakan perubahan kondisi di lapangan turut memengaruhi kebutuhan masyarakat. Memasuki musim kemarau, ketersediaan air bersih menjadi salah satu persoalan yang banyak disuarakan warga.
Selain kebutuhan air bersih, masyarakat juga menyampaikan harapan terkait pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi untuk menunjang kebutuhan pertanian.
“Yang banyak disampaikan masyarakat sekarang adalah kebutuhan air bersih karena sedang kemarau. Selain itu, ada juga kebutuhan irigasi. Untuk irigasi, sudah saya perjuangkan dan mudah-mudahan secepatnya bisa terealisasi,” tutur Dhila.
Menurutnya, berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat menjadi bahan penting untuk diperjuangkan melalui mekanisme dan kewenangan lembaga legislatif. Ia berharap kebutuhan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan perangkat daerah terkait.
Dhila menegaskan, penyerapan aspirasi masyarakat tidak boleh berhenti sebatas pencatatan dalam kegiatan reses. Setiap usulan perlu dikawal agar memiliki peluang untuk direalisasikan sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran daerah.
Ia juga menyebutkan, sejumlah aspirasi yang disampaikan masyarakat pada kegiatan reses sebelumnya telah mendapatkan tindak lanjut. Di antaranya perbaikan jalan di wilayah Buanajaya, Kecamatan Bantargadung, penyaluran dua tangki air bersih, serta penyediaan 13 unit piramida sampah untuk masyarakat Desa Kertamukti, Kecamatan Warungkiara.
“Setelah saya selesai cuti, saya langsung turun ke lapangan. Alhamdulillah beberapa aspirasi sudah terealisasi, mulai dari jalan di Buanajaya Kecamatan Bantargadung, dua tangki air bersih dan 13 unit piramida sampah di Kertamukti Kecamatan Warungkiara,” jelasnya.
Dhila mengatakan, dirinya tetap membuka ruang komunikasi dengan masyarakat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan di wilayah masing-masing.
“Kami masih membuka ruang untuk memperjuangkan fasilitas serupa di wilayah lain apabila kebutuhan masyarakat kembali disampaikan dan tersedia dukungan anggaran,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan reses dapat menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat sehingga kebutuhan warga dapat diperjuangkan dan ditindaklanjuti menjadi program pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi.






