SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA – Susah menolak permintaan orang lain karena takut membuat mereka kecewa. Kebiasaan ini kerap dianggap sebagai bentuk kebaikan, padahal jika terus dilakukan, seseorang bisa mengabaikan kebutuhan dirinya sendiri. Fenomena tersebut diangkat dalam film drama komedi People Pleaser yang dibintangi Mawar de Jongh.
Film produksi LYTO Pictures ini bercerita tentang Karina, perempuan muda yang terbiasa mengiyakan permintaan orang-orang di sekitarnya. Kebiasaannya mendahulukan kepentingan orang lain membuat Karina menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupan keluarga maupun pekerjaan.
Trailer dan poster resmi People Pleaser diluncurkan di Senayan City XXI, Jakarta, Senin (12/10/2026). Film yang disutradarai Bobby Prasetyo dengan skenario karya Evelyn Afnilia ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 19 November 2026.
Penulis skenario Evelyn Afnilia mengungkapkan, ide cerita People Pleaser berawal dari ketertarikannya terhadap fenomena yang terjadi di lingkungan sekitar. Ia melihat banyak orang kesulitan menolak permintaan karena merasa tidak enak kepada orang lain.
Evelyn mengaku mulai memikirkan tema tersebut ketika produser LYTO Pictures, Andi Suryanto, bertanya mengenai ide film untuk tahun berikutnya.
“Terus kepikiranlah, kayaknya people pleaser tuh menarik,” kata Evelyn saat menjelaskan awal mula pengembangan cerita film tersebut.
Menurut Evelyn, hampir setiap orang pernah mengalami situasi serba salah ketika harus menolak permintaan. Perasaan tidak enak itu terkadang membuat seseorang memilih mengalah, meskipun sebenarnya keberatan.
Dari gagasan tersebut, Evelyn kemudian mengembangkan cerita yang dekat dengan pengalaman sehari-hari. Ia juga langsung membayangkan Mawar de Jongh sebagai pemeran utama yang cocok untuk memerankan Karina.
“Kayaknya yang main Mawar menarik deh, Pak,” ujar Evelyn mengenang pembicaraannya dengan Andi Suryanto.
People Pleaser Berangkat dari Pengamatan Sehari-hari
Evelyn mengatakan, proses pengembangan cerita dilakukan dengan mengamati akar persoalan yang membuat seseorang menjadi people pleaser. Ia bersama tim berusaha menemukan masalah yang relevan dan dialami banyak orang.
Salah satu hal yang ingin disampaikan melalui film ini adalah bahwa kebutuhan diri sendiri sama pentingnya dengan kebutuhan orang lain.
“Mungkin banyak orang yang nggak sadar kalau sebenarnya keinginan mereka tuh sama pentingnya dengan kebutuhan orang lain,” kata Evelyn.
Pesan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam cerita dengan pendekatan yang ringan. Evelyn tidak ingin film ini terasa terlalu berat, meskipun membahas persoalan yang dapat memengaruhi kehidupan pribadi seseorang.
Ia berharap penonton bisa merasa dekat dengan cerita Karina tanpa merasa dihakimi atau terbebani oleh persoalan yang diangkat.
Evelyn juga menjelaskan, inspirasi cerita banyak berasal dari teman-teman di sekitarnya yang kerap merasa tidak enak ketika harus mengatakan tidak.
Dari pengamatan itu, ia menyadari bahwa sebagian orang bahkan tidak menyadari kebiasaan mengalah yang mereka lakukan justru dapat merugikan diri sendiri.
Mawar de Jongh Hadapi Dilema Karina
Dalam film People Pleaser, Mawar de Jongh memerankan Karina, perempuan yang selalu berusaha menyenangkan orang-orang di sekitarnya.
Karina menghadapi berbagai tuntutan dari keluarga dan lingkungan kerja. Di rumah, ia berhadapan dengan ibunya, Ibu Nani, Tante Tanti, serta sepupunya, Gina. Sementara di kantor, Renata kerap meminta bantuan kepadanya.
Karina juga berinteraksi dengan Pak Rahmat, satpam kantor, dan Kalem, pengemudi ojek daring yang menjadi langganannya.
Di tengah berbagai persoalan tersebut, Karina mendapat dukungan dari adiknya, Dino, serta dua sahabatnya, Dilla dan Raka.
Konflik semakin berkembang ketika Karina mendapat kesempatan untuk mewujudkan janji bersama mendiang ayahnya, yaitu mengunjungi festival lampion di Bali.
Keinginan tersebut membuat Karina harus menghadapi pilihan: terus memenuhi harapan orang-orang di sekitarnya atau mulai memperjuangkan keinginannya sendiri.
Bobby Prasetyo Kemas dalam Drama Komedi
Sutradara Bobby Prasetyo mengaku senang mendapat kesempatan menggarap cerita dengan pendekatan berbeda dari proyek yang biasa dikerjakannya. Ia juga kembali bekerja sama dengan Evelyn Afnilia, yang sebelumnya lebih sering berkolaborasi dengannya dalam film horor.
Kali ini, Bobby menggabungkan drama dan komedi untuk menyampaikan persoalan people pleaser agar terasa dekat dengan penonton.

Proses penggarapan komedi juga terbantu oleh para pemain yang memiliki latar belakang komedi. Aci Resti turut membantu sebagai konsultan komedi, sementara sejumlah pemain memberikan masukan selama proses pembacaan naskah.
Melalui kisah Karina, People Pleaser mengajak penonton melihat bahwa terus-menerus menyenangkan orang lain tidak selalu berarti melakukan hal yang baik untuk diri sendiri.
Film ini juga menyampaikan pesan bahwa menolak permintaan bukan berarti tidak peduli atau bersikap egois. Seseorang tetap bisa menghargai orang lain tanpa harus mengorbankan kebutuhan pribadinya.
Selain Mawar de Jongh, film ini dibintangi Ardit Erwandha, Ummi Quary, Fatih Unru, Vonny Cornellya, Surya Saputra, Cut Mini, Amel Carla, Taskya Namya, Sadana Agung, Arif Alfiansyah, dan Aci Resti.
People Pleaser diproduseri Andi Suryanto bersama Marcella Daryanani. Film drama komedi ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 19 November 2026.**






