Jero Point: Ide Film Cek Khodam Berawal dari Fenomena Warganet yang Tak Lagi Takut Hantu

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA – Sutradara Jero Point mengungkapkan ide di balik film Cek Khodam berangkat dari perubahan perilaku masyarakat dalam memandang dunia mistis. Menurut dia, kemunculan media sosial membuat banyak orang tidak lagi menghindari hal-hal yang dianggap menyeramkan, tetapi justru merekamnya untuk dijadikan konten.

Pernyataan itu disampaikan Jero Point saat menghadiri press screening dan gala premiere film Cek Khodam di Epicentrum XXI, Jakarta, Jumat, (10/7/ 2026).

Menurut Jero, fenomena tersebut menjadi titik awal lahirnya cerita Cek Khodam. Ia melihat ada perubahan cara masyarakat merespons hal-hal berbau gaib dibanding beberapa tahun lalu.

“Dulu kalau ada setan kita takut, kita hindari. Sekarang malah ambil kamera, direkam, lalu dijadikan konten. Dari situ sebenarnya ide Cek Khodam muncul,” kata Jero.

Ia mengatakan perubahan perilaku itu menarik untuk diangkat ke layar lebar karena dinilai dekat dengan kehidupan masyarakat di era digital. Melalui Cek Khodam, ia ingin menghadirkan horor yang tidak hanya mengandalkan kemunculan makhluk gaib, tetapi juga menyelipkan kritik terhadap kebiasaan masyarakat modern.

“Dunia gaib akhirnya menjadi sesuatu yang relate untuk dibawa ke cerita ini. Kami ingin membuat sesuatu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, tetapi tetap punya unsur horor dan komedi yang kuat,” ujarnya.

Jero mengaku proses produksi film tersebut menjadi salah satu pengalaman paling menyenangkan sepanjang kariernya sebagai sutradara. Menurut dia, seluruh pemain mampu membangun suasana syuting yang positif sehingga proses kreatif berjalan lebih ringan.

“Bisa dibilang ini salah satu syuting yang paling menyenangkan buat saya. Teman-teman cast sangat suportif, suasananya happy, dan semuanya memberikan energi yang luar biasa selama proses produksi berlangsung,” katanya.

Film Cek Khodam juga menjadi debut Jirayut sebagai pemeran utama di film layar lebar Indonesia. Penyanyi dan presenter asal Thailand itu mengaku sempat diliputi rasa gugup karena harus memerankan karakter dengan porsi dialog yang jauh lebih banyak dibanding pengalaman aktingnya sebelumnya.

“Saya campur aduk. Ini pertama kali banyak berbicara di film, jadi sempat takut tidak sesuai ekspektasi penonton. Tapi saya juga sangat senang dan tidak sabar melihat hasil akhirnya,” ujar Jirayut.

Selain Jirayut, film ini dibintangi Saputra Kori, Tante Lala, Kak Gem, Benidictus Siregar, Angie Williams, Fahira Almira, Roewina Umboh, Fanny Fadillah, Adi Sudirja, Ence Bagus, Sadana Agung, Cetul Leatherart, dan Mikayla Sofia.

Cek Khodam dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 16 Juli 2026. Lewat premis yang berangkat dari fenomena media sosial dan budaya digital, Jero Point berharap film tersebut mampu menghadirkan warna baru bagi genre horor komedi Indonesia sekaligus mengajak penonton menertawakan ketakutan-ketakutan yang kini justru lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari daripada dunia gaib.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *