Callista Arum dan Kiesha Alvaro Bongkar Beratnya Syuting Tumbal Proyektor star

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA –  Callista Arum dan Kiesha Alvaro membagikan pengalaman menantang saat menjalani proses syuting film horor Tumbal Proyek. Keduanya mengaku harus menghadapi tekanan mental, suasana lokasi yang mencekam, hingga adegan ekstrem yang menguras emosi selama produksi berlangsung.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (8/5), Callista mengungkapkan karakter Laras yang diperankannya menjadi salah satu peran paling menantang dalam karier aktingnya. Selain harus membangun emosi sebagai sosok anak yang diteror kekuatan gaib, ia juga dituntut mempelajari doa-doa Katolik untuk kebutuhan adegan spiritual.

“Kalau karakter Laras sendiri menurut aku tantangannya belajar doa-doa Katolik ya. Kadang aku suka sampai slip saat pengucapan,” kata Callista.

Aktris berusia 22 tahun itu mengaku sempat gugup ketika menjalani adegan berdoa karena takut salah mengucapkan kalimat doa saat kamera mulai merekam. Beruntung, ia mendapat bantuan dari kru di lokasi syuting.

“Untungnya ada kru yang Katolik jadi suka bantuin di set. Kadang aku nanya, ‘Salam Maria setelah ini apa, Kak?’” ujarnya sambil tertawa.

Tak hanya itu, Callista juga harus belajar dialek Jawa demi memperkuat karakter Laras agar terasa lebih autentik di layar.

“Di film ini aku juga ditantang pakai dialek Jawa, jadi harus belajar cukup intens,” lanjutnya.

Adegan Berdoa Paling Membekas

Di antara seluruh adegan yang dijalani, Callista mengaku momen saat Laras berdoa menjadi scene paling berkesan baginya. Ia menyebut adegan tersebut masih terus teringat hingga sekarang karena emosinya terasa begitu kuat.

“Yang paling berkesan ketika Laras sedang berdoa. Sampai sekarang scene itu masih suka kepikiran,” ungkapnya.

Suasana lokasi syuting yang gelap dan penuh nuansa mistis juga membuat Callista beberapa kali merasa takut sungguhan. Bahkan, ia mengaku ada adegan yang membuat rasa takutnya muncul secara alami tanpa perlu banyak akting.

“Ada beberapa scene yang kayaknya aku nggak akting deh. Takutnya benar-benar nyata,” tutur Callista.

Sementara itu, Kiesha Alvaro yang memerankan karakter Yuda juga menghadapi pengalaman tak kalah berat. Ia menyebut adegan kesurupan massal menjadi salah satu proses syuting paling melelahkan karena dilakukan saat seluruh pemain dan kru sudah kehabisan tenaga.

“Adegan kesurupan massal itu diambil di ending schedule hari itu. Semua sudah capek dan drained,” kata Kiesha.

Putra musisi Pasha Ungu tersebut juga memberikan pujian kepada tim tata rias yang dinilai berhasil menghadirkan efek prostetik menyeramkan sehingga suasana horor terasa sangat nyata di lokasi syuting.

“Prostetiknya keren banget. Aku yang suka film gore aja tetap merinding lihat langsung,” ujarnya.

Angkat Misteri Proyek Penuh Teror

Tumbal Proyek mengangkat kisah misteri proyek pembangunan yang dikaitkan dengan praktik ilmu hitam dan tumbal manusia. Cerita berpusat pada Yuda yang mencari keberadaan ayahnya, Bayu, setelah hilang misterius saat bekerja di sebuah proyek besar.

Diproduseri Dheeraj Kalwani dan disutradarai Jero Point, film ini juga dibintangi Rendy Khrisna, Karina Suwandi, dan Fuad Idris.

Film horor yang memadukan unsur supranatural dan drama keluarga emosional tersebut dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 13 Mei 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *