Bukan Cuma Soal Cinta, Wajah Cinta yang Lain Dibumbui Komedi hingga Konflik Keluarga

Aulia Sarah, Andi Annisa, dan Denny Weller mengungkap perkembangan karakter Karen, Pamela, dan Beno yang semakin mewarnai jalan cerita.

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA – Sinetron Wajah Cinta yang Lain semakin ramai dengan beragam konflik. Tak hanya mengandalkan kisah asmara Davin dan Ariana, sinetron SCTV ini juga menghadirkan persaingan keluarga, karakter antagonis yang berubah arah hingga tingkah kocak yang membuat cerita semakin berwarna.

Hal tersebut terasa dari perkembangan tiga karakter yang diperankan Aulia Sarah, Andi Annisa dan Denny Weller. Masing-masing membawa warna berbeda lewat karakter Karen, Pamela dan Beno.

Ketiganya pun buka-bukaan mengenai perkembangan karakter mereka saat berbincang bersama awak media, Kamis (10/9/2026).

Aulia Sarah mengatakan karakter Karen yang diperankannya ternyata berkembang jauh dari gambaran awal. Karen sempat diarahkan menjadi sosok antagonis yang kuat dan terlibat dalam konflik cinta Davin dan Ariana.

Namun, seiring berjalannya cerita, penonton mulai melihat sisi lain dari Karen.

“Perkembangan karakter Karen lumayan bisa dibilang plot twist. Kita awalnya mau dibikin antagonis. Memang kelihatan di awal antagonisnya tebal banget, tapi makin ke sini ternyata Karen enggak sejahat itu,” kata Aulia Sarah.

Menurut Aulia, Karen bukan sosok yang sepenuhnya jahat. Ada alasan dan latar belakang yang membuat perempuan tersebut bersikap demikian.

“Dia punya sisi baik, seperti manusia pada umumnya. Ada jahatnya, tapi ada baiknya juga. Pasti kalau jahat ada alasannya,” ujarnya.

Aulia juga menyinggung latar belakang keluarga Karen. Perbedaan pola didikan dan perlakuan di dalam keluarga menjadi salah satu hal yang ikut membentuk kepribadian Karen.

“Kenapa dia jadi kayak jahat? Karena didikan di rumah seperti apa. Dia dibedain banget sama Pamela,” tuturnya.

Pamela Makin Bawel, Penonton Justru Terhibur

Tak jauh berbeda dengan Karen, karakter Pamela yang diperankan Andi Annisa juga mengalami perubahan. Andi mengaku karakter Pamela pada awalnya dirancang menjadi sosok antagonis yang berseberangan dengan Ariana.

Namun, karakter tersebut justru berkembang menjadi lebih bawel dan menghibur.

“Plan awal dan yang berjalan itu sangat berbeda. Di awal rencananya mau jadi antagonis, jahat, licik, dan mau melawan Ariana. Semakin ke sini kok semakin jadi bawel,” ujar Andi Annisa.

Perubahan tersebut membuat Andi semakin menikmati perannya. Ia mengatakan pengembangan karakter Pamela dilakukan bersama tim produksi dan penulis.

“Menjalaninya jadi lebih happy, lebih natural. Perkembangan karakternya kita bikin sama-sama dengan tim dan penulis,” katanya.

Yang menarik, Pamela yang semula diproyeksikan sebagai karakter antagonis justru tidak mudah dibenci penonton. Tingkahnya yang bawel dan kocak malah membuat kehadirannya ditunggu.

“Responsnya alhamdulillah sangat baik. Enggak ada yang nge-hate. Justru malah dicari-cari kepelengarannya,” ungkap Andi.

Bagi Andi, karakter Pamela juga menjadi penyeimbang di tengah cerita Wajah Cinta yang Lain yang penuh konflik.

“Di tengah-tengah drama yang terjadi di WCL, setidaknya bisa ada sedikit lucunya. Jadi enggak melulu kencang ceritanya. Ada romansnya, ada dramanya, ada action-nya, ada humornya juga,” jelasnya.

Beno Jadi Andalan Komedi

Sementara itu, Denny Weller punya tugas berbeda lewat karakter Beno. Sejak awal, Beno memang dikenal sebagai sosok yang konyol dan kerap melontarkan celetukan yang mengundang tawa.

Denny menyebut Beno merupakan karakter yang cukup fleksibel karena sejak awal memang dibangun dengan nuansa komedi.

“Beno itu salah satu karakter yang paling aman. Dari awal memang sudah konyol, jadi mau dibawa ke mana pun dia bebas,” kata Denny.

Dalam cerita terbaru, Beno masih mendapat tugas dari Davin untuk mencari tahu mengenai Ariana. Meski demikian, tugas tersebut tetap dibawakan dengan gaya Beno yang santai dan penuh humor.

“Bagaimanapun caranya setiap scene itu harus ada punchline, ada kata-kata remaja vintage yang biasa kita dengar,” ujar Denny.

Beno juga memiliki hubungan yang semakin menarik dengan Nadin, karakter yang diperankan Devina Aureel. Benih-benih kedekatan mulai muncul di antara keduanya.

Devina mengungkapkan chemistry dengan Denny dibangun melalui komunikasi sebelum syuting. Mereka membicarakan karakter dan adegan yang akan dimainkan agar hubungan Beno dan Nadin terasa lebih natural.

Menurut Devina, bermain dalam adegan komedi tidak berarti kedua pemain harus sama-sama melontarkan lelucon.

“Harus ada yang umpan, ada yang smash. Biar ketemu lucunya,” kata Devina.

Tiga Karakter Bawa Warna Berbeda

Perbedaan karakter Karen, Pamela dan Beno membuat Wajah Cinta yang Lain tidak hanya berkutat pada persoalan cinta. Konflik keluarga, persaingan antarkarakter hingga komedi ikut menggerakkan cerita.

Aulia Sarah menilai setiap karakter memiliki ruang untuk berkembang. Karen yang awalnya terlihat sebagai tokoh antagonis pun perlahan menunjukkan sisi manusiawinya.

“Semua pemain punya layar masing-masing. Ternyata Karen enggak sejahat itu. Dia punya sisi baik,” kata Aulia.

Sementara Andi Annisa menghadirkan Pamela sebagai karakter yang semakin bawel dan menghibur. Adapun Denny Weller tetap mempertahankan Beno sebagai karakter yang menjadi pencair suasana.

Perpaduan tersebut membuat Wajah Cinta yang Lain memiliki warna cerita yang lebih beragam. Kisah Davin dan Ariana tetap menjadi bagian penting, tetapi konflik Karen dan Pamela serta hubungan Beno dan Nadin turut membuat jalan cerita semakin dinamis.

Sinetron Wajah Cinta yang Lain dibintangi Dinda Kirana, Oka Antara, Ibrahim Risyad, Andri Mashadi, Aulia Sarah, Andi Annisa, Devina Aureel, Denny Weller dan sejumlah pemain lainnya.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *