SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA – Idgitaf menyiapkan konsep berbeda untuk membawa album keduanya, Berusaha di Bawah Hujan, ke atas panggung. Bukan sekadar konser musik, penyanyi dan penulis lagu itu akan menghadirkan pementasan semi-teatrikal yang memadukan musik, tari, akting, serta cerita personal.
Pementasan Berusaha di Bawah Hujan akan berlangsung di Kuningan City Ballroom, Jakarta, pada 18 September 2026. Dalam pertunjukan tersebut, Idgitaf akan memainkan karakter Air, sementara pasangan yang menjadi salah satu inspirasi albumnya akan berperan sebagai Api.
Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya Idgitaf memperluas cara bercerita melalui album yang dirilis pada 15 Mei 2026 itu. Ia merasa lagu-lagu dalam Berusaha di Bawah Hujan tidak cukup jika hanya disampaikan melalui vokal.
“Aku menembus batasan diri aku. Karena aku merasa album ini bisa tervisualisasikan dengan baik kalau tidak aku menyanyi doang,” ujar Idgitaf dalam konferensi pers di Kuningan City, Jakarta, Kamis, 3 September 2026.
Menurut dia, proses pementasan membuatnya harus mempelajari sejumlah kemampuan di luar aktivitas bermusik yang selama ini dijalaninya. Selain mempersiapkan setlist, Idgitaf berlatih menari, berakting, serta membangun karakter untuk kebutuhan cerita di atas panggung.
Ia mengakui proses tersebut tidak mudah. Keputusan untuk menari dan berakting membuatnya harus menghadapi keraguan terhadap kemampuan diri sendiri.
“Sulit, karena balik lagi aku menembus limitasi diri aku sendiri. Jadi banyak self-doubt, aku banyak meragukan diri aku sendiri,” katanya.
Air dan Api dalam Pementasan Berusaha di Bawah Hujan
Konsep Air dan Api menjadi salah satu elemen utama dalam babak pertama pementasan. Interaksi kedua karakter tersebut akan digunakan untuk menjelaskan makna di balik judul Berusaha di Bawah Hujan.
Idgitaf mengatakan album tersebut berbicara mengenai pilihan-pilihan hidup yang terkadang tidak menyenangkan atau tidak mendapatkan persetujuan orang lain. Namun, seseorang tetap memilih jalan tersebut karena keputusan itu dianggap dapat membawa dirinya pada kebahagiaan.
“Berusaha di Bawah Hujan kan album ini untuk orang-orang yang memilih jalan hidup yang enggak menyenangkan untuk orang lain. Mungkin ada pilihan hidup kita yang enggak bikin orang lain senang, tapi kita pilih karena itu buat kita,” ujar Idgitaf.
Cerita tersebut kemudian akan diterjemahkan melalui hubungan antara karakter Air dan Api. Karena itu, unsur teatrikal tidak hanya menjadi pelengkap visual, tetapi menjadi bagian dari cara Idgitaf menyampaikan pesan album.
Pementasan akan dibagi menjadi dua babak. Babak pertama berfokus pada unsur teatrikal, tari, dan akting. Sementara pada babak kedua, Idgitaf akan membawakan sejumlah lagu dari album Berusaha di Bawah Hujan serta beberapa lagu dari rilisan sebelumnya yang jarang ia tampilkan.
Secara keseluruhan, penonton akan disuguhi sekitar 25 lagu.
Idgitaf Siapkan Kolaborator Rahasia
Selain konsep teatrikal, kejutan lain yang disiapkan Idgitaf adalah kehadiran seorang kolaborator rahasia.
Idgitaf belum mengungkap nama penyanyi tersebut. Ia hanya menyebut sosok itu sebagai salah satu nama yang paling banyak diminta penggemarnya untuk berkolaborasi.
“Dia rahasia sekali. Bahkan aku sampai detik ini masih sering ditanya, ‘Eh sama ini dong, sama ini dong.’ Tapi aku diam saja,” kata Idgitaf.
Kolaborasi tersebut secara khusus akan diwujudkan dalam pementasan Berusaha di Bawah Hujan. Identitasnya baru akan diketahui penonton ketika pertunjukan berlangsung.
Selain kolaborator rahasia, pementasan ini juga menghadirkan sejumlah musisi yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan album tersebut. Hindia dan Dere akan tampil sebagai kolaborator. Keduanya sebelumnya terlibat dalam lagu “Masih Ada Cahaya” dan “Setengah Langit”.
Idgitaf juga mengajak Jebung, Rifqi FTR, Dandy, New Pusat Dunia (NPD), serta Lomba Sihir untuk tampil dalam pementasan tersebut.
Ada Lagu Baru, Kelanjutan Berakhir di Aku
Tidak hanya menghadirkan lagu-lagu yang telah dirilis, Idgitaf juga menyiapkan satu lagu baru yang akan diperkenalkan secara eksklusif dalam pementasan.
Lagu tersebut disebut menjadi kelanjutan dari “Berakhir di Aku”, salah satu lagu yang mendapat perhatian pendengar.
“Karena banyak banget yang suka ‘Berakhir di Aku’, jadinya aku tambahkan kayak versi alternatif, tapi ceritanya lebih lanjut,” ujar Idgitaf.
Dengan demikian, penonton Pementasan Berusaha di Bawah Hujan akan menjadi pendengar pertama lagu tersebut sebelum dirilis secara lebih luas.
Semua Berawal dari Gagasan Idgitaf
Menurut Idgitaf, gagasan utama pementasan tersebut telah dibangun sejak proses pengerjaan album. Karena karya tersebut sangat personal, ia merasa menjadi orang yang paling memahami cerita di balik setiap lagu.
Ia pun terlibat langsung dalam proses kreatif, mulai dari konsep musikal, artistik hingga bagaimana album tersebut diterjemahkan ke dalam pertunjukan.
Manajemen kemudian membantu menerjemahkan gagasan tersebut bersama tim produksi dan berbagai kolaborator. Sejumlah elemen visual dan permainan yang berkaitan dengan identitas koboi Idgitaf juga dimasukkan dalam pengalaman pertunjukan.
CEO Katarsis Live, Reyhana Zain, mengatakan tantangan utama pihak promotor adalah menerjemahkan gagasan Idgitaf menjadi pertunjukan yang dapat dinikmati penonton.
“Semua ide datang dari Idgitaf, dan Katarsis Live mencoba untuk mewujudkan keinginannya menjadi pengalaman yang tak terlupakan oleh Idgitafriends,” ujar Reyhana.
Untuk mendukung pengalaman penonton, promotor juga menyiapkan sejumlah aktivitas interaktif, seperti Rodeo Bull, Lasso Toss, dan Pull The Bull.
Katarsis Live juga menyediakan pilihan tempat duduk tribun untuk penonton yang ingin menikmati pertunjukan dengan lebih nyaman. Sementara pemegang tiket kategori Cahaya mendapatkan akses ke sesi talkshow khusus bertajuk IDGITALKShow bersama Duo Bahlul.
Tiket Pementasan Berusaha di Bawah Hujan tersedia dalam tiga kategori, yakni Hujan seharga Rp159 ribu, Mendung Rp259 ribu, dan Cahaya Rp349 ribu.
Bagi Idgitaf, pementasan tersebut bukan hanya upaya memperkenalkan album keduanya kepada penonton. Pertunjukan ini menjadi ruang untuk menguji batas dirinya sebagai musisi sekaligus menunjukkan bahwa cerita personal dapat diterjemahkan ke dalam bentuk pertunjukan yang lebih luas.
“Aku merasa fans-fans aku tuh sudah sayang banget sama aku, tapi aku juga pengin kasih yang lebih lagi dari aku yang cuma nyanyi aja,” pyungkasnya.**








