Tengku Ryznu Ungkap Alasan Benidictus Siregar Cocok Perankan Ale

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA — Aktor Tengku Ryznu menilai Benidictus Siregar memiliki modal akting yang kuat untuk memerankan Ale dalam film drama Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati. Menurut dia, pengalaman Benidictus sebagai komika tidak menjadi hambatan untuk mendalami karakter yang memiliki pergulatan batin kompleks.

Tengku Ryznu mengatakan dirinya tidak pernah membatasi kemampuan seorang aktor berdasarkan latar belakang genre yang selama ini digeluti. Ia justru melihat kemampuan komedi sebagai bekal untuk memahami sisi emosional manusia.

“Kalau aku, enggak pernah membeda-bedakan lawan main. Menurut aku, komedian itu sudah punya modal yang cukup. Ketika seseorang sudah bisa berkomedi, itu tingkatan yang tinggi,” ujar Tengku Ryznu, saat press Confrance di Jakarta, Senin (12/10).

Menurut dia, komedi dan tragedi memiliki hubungan erat karena keduanya berangkat dari pengalaman manusia. Pemahaman tersebut membuatnya tidak merasa perlu memberikan terlalu banyak arahan kepada Benidictus selama proses membangun karakter dalam film tersebut.

Tengku Ryznu mengaku dapat menangkap kedalaman karakter yang dibawakan Benidictus melalui ekspresi dan tatapannya. Ia menilai ada pengalaman emosional yang dapat ditampilkan aktor tersebut untuk menghidupkan sosok Ale.

“Dari tampangnya, dari matanya, sudah kelihatan bahwa dia punya masa lalu yang dalam. Dia sudah menjadi manusia yang melampaui banyak hal,” katanya.

Ia menjelaskan, komunikasi dengan Benidictus selama proses produksi berlangsung secara alami. Keduanya saling merespons permainan akting masing-masing tanpa harus terlalu banyak memberikan penjelasan.

“Apa yang dia kasih, saya berikan respons. Apa yang saya berikan, dia merespons. Jadi, komunikasinya enak tanpa harus banyak berpikir macam-macam,” ujar Tengku Ryznu.

Benidictus Siregar memerankan Ale, tokoh utama dalam Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, film adaptasi novel karya Brian Khrisna yang disutradarai Kuntz Agus. Film produksi Sinergi Pictures dan Ben Film itu dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 12 November 2026.

Bagi Benidictus, peran tersebut menjadi pengalaman penting karena memberinya kesempatan memimpin cerita drama setelah lebih dikenal melalui peran-peran komedi. Ia mengaku melakukan banyak percakapan dengan orang-orang di sekitarnya untuk memahami pengalaman emosional yang belum pernah dirasakannya secara langsung.

Film ini mengikuti perjalanan Ale yang berada di titik terendah kehidupannya. Keinginannya menikmati seporsi mi ayam justru membawanya bertemu dengan orang-orang baru dan menemukan perspektif berbeda tentang kehidupan.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *