Latih Keterampilan Klien, Bapas Pangkalan Bun Gelar Pelatihan Budi Daya Ikan

SINARPAGINEWS.COM, PANGKALAN BUN – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Pangkalan Bun gelar pelatihan budi daya ikan dengan metode biofolk bagi Klien Pemasyarakatan yang memiliki minat di bidang perikanan, Senin (26/10). Kegiatan ini terlaksana melalui sinergi dengan penyuluh perikanan dari Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan. Kepala Bapas Pangkalan Bun, Tigor Immanuel Hutabalian, membuka pelatihan di aula Bapas.

Pelatihan menggunakan metode biofolk, yaitu metode budi daya yang memanfaatkan bakteri dan mikroorganisme untuk mengurai limbah organik serta menjaga kualitas air kolam. Penyuluh Perikanan, Tyo Susilo, menjelaskan bahwa metode ini memiliki sejumlah keunggulan, seperti mengurangi frekuensi penggantian air, memungkinkan padat tebar ikan lebih tinggi, menghemat pakan, dan lebih ramah lingkungan.

“Pada pertemuan pertama ini, kami mengawali pelatihan dengan memberikan pengetahuan dasar, salah satunya materi tahapan pembesaran ikan lele dengan sistem biofolk. Dengan begitu, Klien Pemasyarakatan memiliki gambaran sebelum mengikuti praktik,” terang Tyo.

Kepala Bapas Pangkalan Bun, Tigor Immanuel Hutabalian, menyampaikan bahwa pelatihan budi daya ikan menjadi salah satu upaya membekali Klien Pemasyarakatan dengan keterampilan yang dapat mendukung kemandirian pangan.

“Kami berharap para Klien Pemasyarakatan dapat menerapkan hasil pelatihan ini dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan dalam skala kecil untuk memenuhi kebutuhan keluarga pun sudah menjadi hal positif, terlebih jika ke depannya dapat dikembangkan menjadi usaha,” terang Tigor.

Salah seorang Klien Pemasyarakatan, S, mengaku tertarik dengan materi pelatihan tersebut.

“Bapas Pangkalan Bun saat ini lebih bervariasi dalam memberikan materi pembimbingan. Kami berharap pelatihan ini bisa kami terapkan di rumah,” ungkapnya.

Kontributor: Humas Bapas Pangkalan Bun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *