Sembah Dalem Pangudar atau Raden Haji Pangeran Panji Argaloka

SINARPAGINEWS.COM, KAB.BANDUNG – Dikutip dari Hikayat babad Sunda, dikisahkan seorang pemuda bernama Raden Haji Pangeran Panji Argaloka salah seorang pewaris tahta Kerajaan Khanoman Cirebon yang masih keturunan Sunan Gunung Jati Cirebon.

Nama Sembah Dalem Pangudar, atau Raden Haji Pangeran Panji Argaloka, dikenal oleh masyarakat Kecamatan Cikancung dan Cicalengka, Kabupaten Bandung terkenal sebagai tokoh penyebar ajaran agama islam.

Pada abad ke-18, Raden Haji Pangeran Panji Argaloka, yang berasal dari Cirebon daerah Kanoman, diutus untuk menyebarkan ajaran agama islam secara langsung di wilayah Cinangka yang sekarang terbagi ke dalam tiga wilayah, yaitu Cikancung, Nagreg, dan Cicalengka.

Pada abad ke XVIII, Pangeran Argaloka mempersunting seorang gadis desa Cihanyir Kecamatan Cikancung Kabupaten Bandung yang bernama Nyai (Mbah Candra Wulan) binti Embah Gaong (Prabu Sakti).

Sesuai dengan misi awalnya yaitu penyebar agama Islam tantangan yang penuh resiko pun dilaluinya. Nyawa merupakan taruhan setip perjuangannya dalam menegakkan agama Islam. Tantangan itu bukan datang dari pihak luar tetapi datang dari saudaranya sendiri yang masih menganut agama Hindu.

Sebagai antisipasi ia pun pergi ke tatar Sunda lainnya dan salah satunya adalah Cicalengka, Cihanyir, Cikasungka, dan Cikancung. Dalam perjalannya itu, Argaloka menyamar sebagai tabib dengan nama Rd. Satja Wardana. Dengan kegigihannya Satja Wardana dalam mengobati masyarakat kemudian ia namanya melambung dan dikenal luas oleh masyarakat. Konon, namanya pun bukan hanya terkenal di daerah setempat tetapi di daerah pesisir Jawa namanya dikenal sebagai tabib.

Tentu saja, dilain pihak, kompeni Belanda yang di kala itu melakukan sedang melakukan politik devide et impera menilai bahwa kegiatan Argaloka adalah suatu kegiatan yang bisa merorong kepentingan dan kewibawaan pemerintah. Maka, pihaknya memerintahkan kepada seluruh instansi, serdadu kompeni maupun para jawara agar menangkap dan membawanya ke Batavia.

Dalam suatu kesempatan puluhan serdadu dan dibantu para jawara berhasil menangkap Argaloka. Sebelumya ia lolos dari beberapa sergapan. Namun, kali ini pun sebenarnya Argaloka dapat lolos. Setelah diborgol dan digiring menuju kereta tahanan tiba-tiba Argaloka menghilang secara misterius. Atas kejadian ini kompeni Belanda gelagapan dan tidak percaya karena hilangnya Argaloka tidak masuk akal.

Masyarakat telah mahpum baik para pengikutnya maupun pasien menganggap bahwa pangeran Argaloka bukan orang sembarangan. Ia dilukiskan sebagai seorang pahlawan yang sakti, berwibawa, dan sebagai panutan dalam menjalankan misi agamanya Islam.

Namun para pengikut Argaloka pada waktu itu merasa kehilangan dan mencari kemana-mana. Tiba-tiba di suatu tempat pengkutnya dikejutkan oleh kemunculan Rd. Satjawardana di daerah Cinangka dan berkata, “ Apabila  ingin berjumpa denganku datang saja ke makam ini”. Makam itu sekarang menjadi tempat ziarah dengan sebutan Makam Keramat Sembah Dalem Pangudar.(*)

Oleh: Warya Sumirta Manggala,SE.

Dikutip dari berbagai sumber sejarah (silsilah belum di ketemukan)