SINARPAGINEWS.COM, MESIR – Dilansir dari laman Parastoday, reaksi Mesir terhadap Trump: Kami Tidak akan Mengalokasikan Tanah untuk Penduduk Gaza
Menanggapi rencana yang diusulkan Donald Trump, Mesir telah menekankan bahwa mereka tidak akan mengalokasikan tanah apa pun untuk pemukiman warga Palestina dari Gaza.
Jaringan Sahab Rabu pagi mengutip saluran Al Arabiya melaporkan bahwa sumber Mesir mengatakan Kairo telah menyajikan dua rencana untuk membangun kembali Gaza tanpa mengusir penduduknya.
Al-Arabiya melanjutkan bahwa Mesir menolak tiga proposal mengenai Gaza, yang semuanya mencakup pengusiran dan tidak kembalinya warga Palestina.
Menurut Al Arabiya, Kairo memiliki posisi yang konsisten terhadap masalah Gaza dan tidak ada perubahan di dalamnya.
Jaringan media Arab Saudi ini menambahkan, Mesir telah meminta Washington untuk memberikan klarifikasi lebih lanjut tentang pernyataan Trump tentang penerapan sanksi, jika rencananya untuk mengevakuasi paksa penduduk Gaza ditentang.
Menurut Al Arabiya, dalam hal ini, Raja Abdullah II dari Yordania, selama pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih pada hari Selasa, 11 Februari 2025, menekankan posisi konsisten negaranya dalam menentang pengusiran warga Palestina dari Gaza dan Tepi Barat.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyambut Raja Yordania, Abdullah II dan Putra Mahkota Hussein bin Abdullah di Gedung Putih pada Selasa, 11 Februari 2025, waktu setempat.
Pada tanggal 25 Januari, Presiden AS mengusulkan rencana pemindahan penduduk Gaza ke negara-negara tetangga seperti Mesir dan Yordania, yang mendapat reaksi negatif dari kedua negara ini, negara-negara Arab lainnya, serta organisasi regional dan internasional. Beberapa waktu kemudian, ia mengusulkan rencana bagi AS untuk mengambil alih Gaza.
Presiden AS pertama kali mengungkapkan rencana Gaza yang kontroversial pada konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, tamu asing pertamanya, yang membuat marah warga Palestina.
Ia menekankan bahwa warga Palestina harus meninggalkan Gaza dan Mesir serta Yordania harus menerima mereka.
Pernyataan bersejarah dan tak terduga Trump yang belum pernah terjadi sebelumnya mengenai Gaza, pada tanggal 4 Februari 2025 menyatakan bahwa Amerika Serikat harus menduduki, mengendalikan, mengembangkan, dan memelihara Gaza yang dilanda perang dan memiliki “kepemilikan jangka panjang” di dalamnya, yang telah memicu reaksi global.(PH)






