75 Mahasiswa UPS sebagai Agen Perubahan Masyarakat di Purworejo

 

SINARPAGINEWS.COM, TEGAL – Dalam Upaya meningkatkan efektivitas program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Bina Desa Sakti (BDS) UPS menerjunkan 75 Mahasiswa KKN BDS di Kab Purworejo. Kegiatan Penerjunan ini dilaksanakan di Balai Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini bertujuan untuk menjembatani ilmu di kampus dengan kehidupan nyata. Mahasiswa membantu memecahkan masalah di desa. Mereka juga memberdayakan warga agar mandiri.

Kegiatan ini dilaksanakan pada selasa 14 Juli 2026 melibatkan berbagai pihak, diantaranya Dekan Fakultas Hukum UPS Dr Kus Riskiyanto, M.H, Camat Butuh Teguh Priyanto, S.Si, Kepala Bidang Penataan dan Kerja sama Desa Purworejo Ulfah Nursekhah, SH. MH.

Kapolsek, Danramil Kecamatan Butuh dan Kepala Desa Tegalgondo, Klepu, Wironatan, Binangun, Kaliwatukranggan serta Segenap Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Butuh.

Dalam sambutanya Dekan Fakultas Hukum UPS Dr Kus Riskiyanto, M.H. mewakili rektor UPS ” Program Bina Desa Sakti merupakan program unggulan Universitas Pancasakti Tegal sebagai Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, kususnya Pengabdian Kepada Masyarakat. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Universitas Pancasakti Tegal dalam mewujudkan Kampus Berdampak, yaitu menghadirkan mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu memberikan solusi nyata masyarakat melalui pemberdayaan potensi Desa.

Lebih lanjut, Dekan Hukum UPS memapakan bahwa mahasiswa dapat membantu mengubah pola pikir masyarakat untuk hidup lebih baik, lebih sehat, dan meningkatkan perubahan ke arah yang lebih positif.

“Kita bisa membentuk mindset masyarakat tentang bagaimana hidup yang baik, sehat, dan mampu menciptakan perubahan ke arah kebaikan. Ini mencakup perbaikan kehidupan, perbaikan komunitas, serta perubahan pola pikir agar lebih baik dari sebelumnya. Tentunya, hal ini harus diimbangi dengan ide, kreativitas, inovasi, serta peningkatan kualitas kesehatan hidup agar lebih baik,” tambahnya.

Di waktu yang sama Kepala Bidang Penataan dan Kerja sama Desa Purworejo Ulfah Nursekhah, SH. MH. Menambahkan:

“KKN bukan saja kegiatan akademik, tapi ini sangat penting bagi mahasiswa untuk pembelajaran. KKN adalah wahana bagi mahasiswa untuk belajar menggali potensi yang ada di masing-masing tempat. Kita harus peka dan mampu membaca potensi apa yang bisa dikembangkan serta mengidentifikasi permasalahan yang ada di lapangan. Setelah itu, baru kita susun langkah untuk mencari solusinya. Keberadaan mahasiswa paling tidak dapat membantu memberikan solusi atas permasalahan yang ada di tengah masyarakat.

menyampaikan apresiasi dan harapan besar terhadap peran mahasiswa dalam membawa perubahan bagi masyarakat.

Kepala Desa Tegalgondo menambahkan:

“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan KKN BDS UPS ini dapat membawa perubahan bagi masyarakat Kelurahan Lemahwungkuk,” ujarnya.

Beliau juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam menyelesaikan permasalahan masyarakat.

“Dengan adanya kolaborasi bersama berbagai pihak, saya yakin ketika kita menghadapi permasalahan masyarakat, solusinya adalah dengan bekerja sama. Kita, sebagai pemerintah, tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan peran banyak pihak,” ungkapnya.

Menurutnya, salah satu faktor utama dalam mendukung kemajuan suatu daerah adalah hubungan erat antara pemerintah dan akademisi.(Hid/hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *