Polres Metro Jakarta Timur Klarifikasi Isu Penangkapan dan Tebusan Mahasiswa di Polsek Cakung

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA – Polres Metro Jakarta Timur menegaskan bahwa informasi mengenai penangkapan lima mahasiswa oleh Polsek Cakung serta permintaan tebusan sebesar Rp 12 juta adalah tidak benar. Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, memastikan kabar tersebut merupakan hoaks.

“Kami sampaikan bahwa Polsek Cakung yang berada di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Timur tidak pernah mengamankan lima mahasiswa, termasuk yang bernama Muhammad Nabil Rafiudin, terkait aksi unjuk rasa pengesahan RUU TNI di Jakarta Pusat,” ujar Nicolas pada Senin (24/3/2025).

Ia juga membantah adanya praktik permintaan uang tebusan terkait isu tersebut. Menurutnya, tidak ada tindakan seperti itu yang dilakukan oleh jajaran Polsek Cakung.

Penangkapan Terkait Kasus Berbeda

Lebih lanjut, Nicolas menjelaskan bahwa Polsek Cakung memang mengamankan empat orang pada 16 Februari 2025. Namun, mereka ditangkap karena keterlibatan dalam aksi tawuran di wilayah Cakung, bukan karena demonstrasi RUU TNI di Jakarta Pusat.

“Adapun pada 16 Februari 2025 lalu, Polsek Cakung mengamankan empat orang terkait aksi tawuran di wilayah Cakung, jauh dari unjuk rasa di wilayah hukum Polrestro Jakarta Pusat. Saat ini, mereka masih menjalani proses penyidikan,” jelasnya.

Imbauan untuk Tidak Terprovokasi Hoaks

Kapolres mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Jika ada dugaan penyalahgunaan wewenang oleh anggota kepolisian, masyarakat dipersilakan melapor ke Propam Polres Metro Jakarta Timur atau Propam Polda Metro Jaya.

“Apabila merasa ada penyalahgunaan wewenang oleh anggota Polsek Cakung seperti yang disangkakan, silakan melaporkan ke Propam melalui Layanan Pengaduan Polres Metro Jakarta Timur di nomor 081399388201,” tambahnya.

Pihak kepolisian juga akan menyelidiki akun media sosial yang menyebarkan isu ini untuk mencegah penyebaran berita bohong di kemudian hari.

“Kami akan melakukan penyelidikan terhadap akun tersebut agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” tutup Nicolas.