Banjir Terjang Kadipaten, H.Iing Misbahudin Ketua Komisi III DPRD Majalengka Desak Pemerintah Tanggap dan Tuntas Tangani Dampaknya

SINARPAGINEWS.COM,  MAJALENGKA –  Hujan deras yang mengguyur wilayah Majalengka pada Sabtu malam (17/5/2025) mengakibatkan banjir besar di sejumlah desa di Kecamatan Kadipaten dan Dawuan. Banjir yang dikenal sebagai “banjir lima tahunan” ini menyebabkan saluran sungai jebol dan air meluap ke pemukiman warga.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka, H. Iing Misbahudin, MM., menyampaikan keprihatinannya terhadap para korban. Ia menilai pemerintah harus hadir secara cepat dan menyeluruh dalam menangani bencana tersebut.

“Kejadian ini sudah pernah kita bahas sebelumnya, terkait potensi banjir di Kadipaten. Dan sekarang terbukti, banjir itu benar-benar terjadi,” ujar Iing kepada wartawan di Kantor DPRD Kabupaten Majalengka, Senin (19/5/2025).

Iing yang juga dikenal sebagai pengusaha dan pendiri Yayasan Tazkia Insani itu menegaskan, penyebab banjir tidak bisa sepenuhnya disalahkan kepada warga, meskipun masih ada yang membangun rumah di bantaran sungai.

“Masalah utamanya adalah pendangkalan sungai akibat endapan lumpur. Sungai jadi dangkal, dan air mudah meluap,” jelasnya. Ia menambahkan, pengerukan sungai harus dilakukan menyeluruh, dari hulu ke hilir, agar tidak terjadi banjir susulan.

Namun begitu, ia juga mengakui adanya kendala teknis di lapangan. “Di daerah padat penduduk, alat berat sulit masuk untuk mengeruk sungai,” imbuhnya. Salah seorang warga terdampak, Yudhistira (40), warga Desa Dawuan blok Jombol, mengungkapkan kepanikan saat air mulai masuk ke dalam rumahnya.

“Air datang cepat banget. Kami nggak sempat nyelametin barang-barang, cuma bisa bawa anak-anak keluar rumah,” tuturnya.
Warga lainnya, Dedi Suherman (51), berharap pemerintah segera bertindak konkret.“Banjir kayak gini udah sering, tapi penanganannya cuma sebatas bantuan darurat. Kami butuh solusi jangka panjang,” ujarnya.

Sebagai politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Iing mendorong pemerintah daerah untuk segera turun tangan membantu warga terdampak dan mencari solusi permanen. “Warga butuh rasa aman. Pemerintah harus hadir, meringankan beban warga, dan memastikan kejadian serupa tidak terulang,” tutupnya. (Yudhistira)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *