DPC PDI-Perjuangan Kabupaten Majalengka Peringati Hari Lahir Pancasila

MAJALENGKA – Bertempat didepan gedung kantor DPC PDIP Kabupaten Majalengka adakan acara memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2025.
Hadir dalam acara tersebut Ketua DPC PDIP Majalengka, H.Karna Sobahi, Sekjen DPC Tarsono.D.Mardiana, Bendahara umum Partai yang juga selaku Dewan Fraksi PDIP Rina Sri Isdiyati, Ketua DPRD II Majalengka dari Fraksi PDIP Didi, dan Dewan Fraksi PDIP Iman Nurmansyah, S.Spd., Ketua Advokat Partai yang juga selaku Kader PDIP H.Indra Sudrajat, SH.,seluruh ketua PAC PDIP se-Kabupaten Majalengka, dan juga Kader DPC PDIP Kabupaten Majalengka.

Dalam sambutannya Ketua DPC PDIP Majalengka H.Karna Sobahi mengatakan “Rasa Terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus DPC, para ketua PAC se-Kabupaten Majalengka, juga kepada Satgas Partai yang telah hadir dalam acara memperingati Hari Lahir Pancasila”.

H.Karna Sobahi juga menyampaikan sejarah awal Hari Lahir Pancasila, yang mana pada saat itu pidato Ir.Soekarna pada sidang BPUPKI mulai tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945 digedung Pancasila, beliau menyampaikan konsep sebagai dasar Negara yaitu pancasila.

Oleh karena itu secara formal 1 Juni mulai tahun 2016 berdasarkan keputusan presiden no 24, presiden menetapkan tanggal 1 Juni sebagai lahirnya Pancasila dan wajib diperingati oleh seluruh rakyat Indonesia.
Adapun Tema peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2025 sekarang ini adalah memperkokoh nilai-nilai pancasila menuju Indonesia Raya.

Sebagai kader dan warga PDI-Perjuangan menjadi penting memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai momentum yang sangat strategis dalam memperkuat kesatuan, dalam memperkuat barisan sekaligus memantapkan ideologi partai kita.

Peringatan Hari Lahir Pancasila pada Tahun ini ditengah-tengah partai kita sedang dilanda keprihatinan, tidak hanya kekalahan dalam pilpres, kekalahan diberbagai daerah dalam pemilihan kepala daerah, baik Gubernur dan wakil Gubernur.

Kekalahan dalam politik itu adalah hal yang lajim dan biasa, sehingga tidak perlu kita ratapi, tidak perlu sakit hati, tetapi kekalahan ini merupakan peringatan dan bagian dari introspeksi kita baik internal maupun eksternal.

Oleh karena itu saya ingin mengajak kepada saudara-saudara seluruh kader PDI-Perjuangan baik dari seluruh jajaran ranting, anak ranting, PAC, DPC, Fraksi, sayap partai, satgas, tentu kita harus mawas diri dengan keadaan ini. Perkuat barisan kita, perkuat kebersamaan kita, karena biasanya dalam sebuah keluarga yang sedang tertimpa suasana duka atau musibah itu akan lebih memperkuat kebersamaan dan kekuatan dalam keluarga.

Kita sebagai warga PDI-Perjuangan pemenang pileg baik secara Nasional maupun di Kabupaten Majalengka, kita masih memiliki kekuatan dan modal itu lintasan per lima tahun atau sepuluh tahun dalam takaran politik itu sudah dialami oleh berbagai partai.

Masih menurut H.Karna “Kita 10 tahun berkuasa, dan di Majalengka 15 tahun berkuasa, sangat lajim dan biasa kalau saat ini kita lepas itu dan kita berhak untuk merebut kembali kekuatan itu modalnya adalah tetap memetakan barisan dan kekuatan, jalin suasana bathin kita menjadi suasana bathin yang menumbuh kembangkan kebersamaan dan kesatuan”.
Kemudian acara diakhiri pembacaan Do’a yang dipimpin oleh Kyai H.Asep Sahidin.(Yudhistira)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *