Andres Ramfuji. Ketua Komite Rakyat Anti Korupsi (KRAK)
SINARPAGINEWS.COM, GARUT, 6 Juni 2025 – Komite Rakyat Anti Korupsi (KRAK) Kabupaten Garut mendesak anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut yang kerap bolos rapat untuk mengembalikan seluruh fasilitas yang telah dibiayai oleh negara. Tuntutan ini disampaikan langsung oleh Ketua KRAK, Andres Ramfuji, menyoroti kinerja para wakil rakyat yang dinilai tidak optimal.
Andres Ramfuji menyatakan, “Kami sangat prihatin melihat banyaknya anggota DPRD Garut yang bolos rapat. Mereka ini digaji dan difasilitasi lengkap oleh negara, tapi kinerjanya jauh dari harapan masyarakat.”
Fasilitas Mewah, Kehadiran Minimal
Menurut Andres, anggota DPRD Kabupaten Garut menikmati beragam fasilitas yang seharusnya menunjang kinerja mereka dalam melayani rakyat. Fasilitas tersebut mencakup Hak Keuangan dan Administratif seperti tunjangan kesejahteraan (jaminan kesehatan, kecelakaan kerja, dan kematian), tunjangan lainnya (anak, keluarga, beras, jabatan), hingga fasilitas khusus pimpinan DPRD berupa rumah negara dan kendaraan dinas. Anggota biasa pun mendapat tunjangan perumahan dan transportasi. Bahkan, uang jasa pengabdian juga disediakan jika mereka mengakhiri masa baktinya.
“Semua tunjangan dan fasilitas ini dibayar dari uang rakyat. Jika mereka bolos, berarti fasilitas itu tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya, dan uang rakyat terbuang percuma,” tegas Andres.
Sarana dan Prasarana Penunjang Juga Jadi Sorotan
Selain hak keuangan, DPRD Garut juga dilengkapi dengan Sarana dan Prasarana Penunjang Operasional yang mumpuni. Di antaranya adalah kantor Sekretariat DPRD, fasilitas rapat modern, ruang kerja pribadi yang dilengkapi meja tulis, akses internet nirkabel gratis, saluran kabel/satelit, hingga peralatan multimedia.
Bahkan, Sekretariat DPRD memiliki berbagai sistem aplikasi seperti website, media sosial, Aster (surat menyurat), SIMAS (aset), SIRUP, SPD (perjalanan dinas), LHKPN, dan sistem manajemen. Adanya tenaga ahli jahit untuk pakaian dinas dan tempat penyimpanan sarana pendukung pekerjaan juga menjadi bukti lengkapnya fasilitas yang diberikan.
“Mereka punya semua alat yang dibutuhkan untuk bekerja maksimal. Ada ruang rapat, internet, bahkan aplikasi canggih. Apa lagi alasan untuk tidak hadir dan bekerja?” tanya Andres retoris.
Desakan Andres Ramfuji: Kembalikan Dana Rakyat!
Melihat kondisi ini, Andres Ramfuji dari KRAK dengan tegas menuntut agar fasilitas yang sudah dibayarkan oleh negara harus dikembalikan jika tidak dimanfaatkan. “Jika mereka tidak menjalankan tugas dengan baik, khususnya dengan bolos rapat, maka pantaslah mereka mengembalikan fasilitas yang sudah dibayarkan oleh negara,” ujarnya.
“Ini bukan hanya soal disiplin, tapi juga soal integritas dan tanggung jawab moral kepada masyarakat Garut. Jangan sampai fasilitas mewah dinikmati, sementara tugas pokok diabaikan,” pungkas Andres.
Pernyataan KRAK ini diharapkan menjadi cambuk bagi anggota DPRD Kabupaten Garut untuk meningkatkan kehadiran dan kinerja mereka, demi memenuhi amanah yang diberikan oleh rakyat.(Nandy AP)






