Perumda AM TJM Kab. Sukabumi Perbaiki Jaringan Pipa Terdampak Longsor di Cicurug dan Parungkuda

SINARPAGINEWS.COM, KAB. SUKABUMI – Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Jaya Mandiri (Perumda AM TJM) Kabupaten Sukabumi terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keandalan layanan air bersih bagi masyarakat.

Salah satu bentuk respons cepat yang dilakukan adalah perbaikan jaringan pipa yang mengalami kerusakan akibat hujan deras dan longsor yang melanda wilayah Cicurug dan Parungkuda pada Senin malam, 16 Juni 2025.

Di wilayah Cicurug, intensitas hujan yang tinggi selama beberapa jam menyebabkan terjadinya longsor dan merusak jaringan pipa utama. Kepala Perumda AM TJM Cabang Cicurug, Rasdian Rasa menjelaskan, bahwa salah satu titik terdampak longsor berada di jalur pipa transmisi sumber Cikombo, tepatnya pada pipa HDPE berdiameter 8 inch.

“Selain itu, kerusakan juga ditemukan di dua titik lainnya, yakni pipa 10 inch di Desa Cisaat dan pipa 6 inch di wilayah Sadamukti, Desa Tenjolaya. Namun dua titik tersebut bukan akibat longsor,” ujar Rasdian, Selasa (17/6/2025).

Akibat kerusakan tersebut, aliran air bersih terganggu di sejumlah wilayah layanan Perumda AM TJM Cabang Cicurug, meliputi Kaum Babakan, Lembur Kolot, Nempel, Jalan Cimelati, Kampung LDII, Cibeber Girang, Bangkongreang, Sindangpalay, Sindangresmi, Pasawahan, Sadamukti, dan Cisaat.

“Tim teknis dari Cabang Cicurug langsung diterjunkan ke lapangan untuk menangani kerusakan. Proses perbaikan masih berlangsung,” tambah Rasdian.

Sementara itu, kerusakan jaringan pipa juga terjadi di wilayah kerja Cabang Parungkuda. Kepala Perumda AM TJM Cabang Parungkuda, Neneng Kartika mengungkapkan, bahwa sebuah pipa PVC berdiameter 1 inch terbawa longsor di Kampung Cipanggulaan, Desa Pondokkaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda.

“Ada sekitar 40 sambungan layanan (SL) yang terdampak. Saat ini masih dalam tahap perbaikan, namun suplai air sudah kembali mengalir,” terangnya.

Manajemen Perumda AM TJM Kabupaten Sukabumi memastikan bahwa perbaikan akan dilakukan secepat dan seefisien mungkin agar layanan air bersih bagi masyarakat kembali normal. (Deni Silalahi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *