SINARPAGINEWS.COM KAB. SUKABUMI – Seni tidak selalu hadir dalam bentuk lukisan, patung, atau pertunjukan di atas panggung. Di Kabupaten Sukabumi, seni juga tumbuh melalui tanaman bonsai yang dibentuk dengan ketekunan, kreativitas, dan cita rasa estetika.
Semangat itulah yang akan dihadirkan melalui Festival dan Pameran Bonsai Sukabumi 2026 di Alun-alun Bojonglopang, Kecamatan Jampangtengah. Gelaran berskala nasional tersebut menjadi semakin istimewa karena masuk dalam rangkaian utama Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) 2026.
Festival yang mengusung tema “Merdeka dalam Berkarya, Ngahiji Wujudkan Sukabumi Mubarakah sebagai Poros Bonsai Indonesia” ini bukan hanya menjadi ruang kompetisi para pebonsai dari berbagai daerah, tetapi juga panggung untuk memperlihatkan bonsai sebagai karya seni yang memiliki nilai estetika sekaligus potensi ekonomi.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama Rumah Bonsai Indonesia (RUBI) Cabang Sukabumi terus mematangkan persiapan kegiatan tersebut. Dukungan juga datang dari berbagai pihak, termasuk Bank BJB sebagai sponsor utama.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, H. Ali Iskandar, mengatakan kehadiran para pebonsai dari berbagai daerah diharapkan memberikan dampak positif bagi pariwisata sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, festival bonsai memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan potensi lokal karena mempertemukan seni, agrobisnis, kreativitas dan pariwisata dalam satu kegiatan.
“Kehadiran para pebonsai dari berbagai daerah tidak hanya mendongkrak sektor pariwisata, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi perputaran ekonomi dan agrobisnis masyarakat Sukabumi,” ujar H. Ali Iskandar.
Ketua RUBI Cabang Sukabumi, Wahyu Kurniawan, menjelaskan festival tersebut memiliki dua bagian utama, yakni lomba dan pameran. Keduanya menjadi ruang bagi para pebonsai untuk menunjukkan kualitas tanaman sekaligus kreativitas dalam membentuk bonsai sebagai sebuah karya seni.
Puncak festival dijadwalkan berlangsung pada 19 September 2026. Selain pameran dan pengumuman pemenang, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian HJKS melalui agenda “Ngalongok Dulur Salembur”.
Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, dijadwalkan hadir bersama Presiden RUBI Pusat, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, untuk membuka kegiatan sekaligus menyerahkan penghargaan kepada para pemenang lomba.
Kehadiran festival bonsai dalam rangkaian HJKS semakin memperkuat pesan bahwa perayaan hari jadi daerah bukan sekadar seremoni, tetapi juga momentum untuk memperkenalkan dan mengembangkan kekayaan potensi masyarakat.
Tema besar HJKS 2026, “Ngalongok Dulur Salembur: Ngaboseh sa-Jalur, Ngaraksa Lembur,” menjadi pengikatnya.
Melalui semangat tersebut, kunjungan ke Jampangtengah tidak hanya menjadi perjalanan dalam rangkaian perayaan HJKS, tetapi juga menjadi ruang untuk melihat langsung kreativitas masyarakat di daerah.
Bonsai menjadi salah satu representasinya. Dari tanaman yang dirawat dengan ketelatenan, lahir karya seni yang menyatukan alam, kreativitas dan budaya. Dari sebuah pameran, tumbuh pula peluang untuk memperkenalkan Jampangtengah sebagai bagian dari potensi wisata dan agrobisnis Kabupaten Sukabumi.
Dengan demikian, Festival dan Pameran Bonsai Sukabumi 2026 bukan sekadar perlombaan tanaman kerdil, melainkan bagian dari cara Sukabumi merayakan hari jadinya melalui karya, kreativitas dan potensi lokal.






