SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA — PT Ekonomi Sirkular Indonesia (Surplus Indonesia), startup pertama di Indonesia yang meraih sertifikasi B-Corp, resmi meluncurkan inovasi terbarunya, “Clearance Sale App”. Aplikasi ini mengusung konsep recommerce, yakni pemanfaatan kembali produk-produk baru yang tidak sempat terjual, barang retur, produk dengan cacat minor, hingga stok berlebih, menjadi barang bernilai jual tinggi.
Dengan pendekatan ini, Surplus mendorong pola belanja cerdas yang tidak hanya hemat, tapi juga berdampak positif terhadap lingkungan.
“Kami ingin memberikan solusi belanja hemat dan ramah lingkungan lewat satu aplikasi. Masyarakat tidak hanya memenuhi kebutuhan, tapi juga ikut mengurangi limbah,” ujar Agung Saputra, CEO Surplus Indonesia.
400.000 Produk Diselamatkan, Emisi Dikurangi 10 Juta Kg CO₂e
Hingga pertengahan 2025, Surplus telah menyelamatkan lebih dari 400.000 produk atau setara 10.000 ton, menghindarkan potensi kerugian ekonomi senilai lebih dari 1 juta USD, dan menekan emisi karbon lebih dari 10 juta kilogram CO₂e. Dampaknya telah dirasakan oleh lebih dari 1 juta pengguna yang kini bisa berbelanja dengan harga miring sambil ikut menjaga bumi.
Lewat kampanye #PastiDiskon Tanpa Syarat Hingga 80%, Surplus memberikan keuntungan bagi semua pihak. Konsumen mendapat produk berkualitas dengan harga terjangkau, sementara pelaku usaha bisa mengurangi biaya pembuangan, menekan kerugian, dan memperluas pasar.
Setiap produk yang dijual melalui Surplus telah melewati kurasi ketat untuk memastikan kualitas dan keamanan konsumen.
Didukung Pemerintah dan Industri: “Solusi Win-Win untuk Bisnis dan Bumi”
Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang juga menjadi penasihat Surplus, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inovasi anak bangsa ini.
“Indonesia masih jadi salah satu penyumbang food waste terbesar. Surplus adalah contoh nyata impact corporation yang membawa manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan sekaligus,” ujarnya.
Sandiaga menyoroti pendekatan 3P: People, Planet, Prosperity yang diusung Surplus sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam isu kelaparan, konsumsi bertanggung jawab, dan aksi iklim. Ia bahkan menyatakan optimisme bahwa Surplus bisa melantai di bursa saham (IPO) dalam lima tahun mendatang.
Dukungan dari Mitra Strategis Berbagai Sektor
Inovasi Surplus mendapat dukungan dari berbagai mitra seperti JuLing (Juicible Keliling), Juicible, Imperfashion, Ultimate U, 23 Fragrance, Kantong Plastik Berbahan Murni, New Sgitiga, dan Dolarindo Money Changer.
Sejumlah merchant dari berbagai sektor turut merasakan manfaat nyata dari ekosistem Surplus.
“Surplus membuka jalur distribusi baru bagi kami untuk produk clearance. Ini sekaligus memperkenalkan Atria kepada konsumen baru yang peduli lingkungan,” ujar Oktavianus Kusuma, National Head of Marketing & Merchandising Atria.
“Food waste selalu menjadi tantangan di bisnis bakery. Surplus membantu kami meminimalkan produk terbuang sambil menjangkau pelanggan hemat,” kata Tania Wirjakusuma, COO Freshly Baked by Origin Bakery.
“Setiap produk yang terselamatkan bukan hanya mengurangi limbah, tapi juga membuka peluang baru — bagi konsumen, pelaku usaha, dan tentunya bagi bumi,” ujar Agung Saputra, CEO Surplus Indonesia.
Advisor Surplus, Sandiaga Uno, turut menegaskan, “Kita tak lagi bisa menunggu perubahan datang dari luar. Inovasi seperti Surplus membuktikan bahwa solusi besar bisa lahir dari langkah-langkah kecil yang konsisten. Ekonomi bisa tetap tumbuh, sambil bumi tetap terjaga.”
Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian, Surplus terus mendorong gaya hidup yang lebih cerdas, efisien, dan bertanggung jawab bagi masyarakat Indonesia. ***





