Sekjen Brigade Rakyat Soroti Pernyataan Ketua DPRD Garut soal Pendidikan: Inovasi Saja Tidak Cukup!

SINARPAGINEWS.COM,  KAB.GAURT, 30 Juli 2025 – Pernyataan Ketua DPRD Garut, Aris Munandar, mengenai harapan akan inovasi kuat dari calon Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Garut mendapat tanggapan kritis dari Sekretaris Jenderal Brigade Rakyat, Asep Muhammad Toha, S.Pd. Menurut Asep, fokus pada inovasi saja tidak cukup untuk mengatasi permasalahan pendidikan yang kompleks di Kabupaten Garut.

Asep Muhammad Toha menekankan bahwa masalah pendidikan di Garut lebih dari sekadar kurangnya inovasi. “Kita tidak bisa hanya berteriak soal inovasi tanpa melihat akar masalahnya. Inovasi itu penting, tentu saja, tapi inovasi tidak akan berarti jika fundamentalnya rapuh,” ujar Asep dalam keterangan persnya.

Ia menyoroti bahwa permasalahan seperti pungutan liar di sekolah dan kasus pelecehan yang sempat disinggung Ketua DPRD adalah cerminan dari lemahnya pengawasan, integritas, serta implementasi regulasi yang ada.

“Apakah inovasi bisa memberantas pungli atau mencegah pelecehan jika mentalitas dan sistem pengawasan kita belum kuat? Ini pertanyaan mendasar,” tegas Asep.

Lebih lanjut, Asep Muhammad Toha berpendapat bahwa calon Kadisdik tidak hanya harus memiliki visi inovatif, tetapi juga rekam jejak yang bersih, integritas tinggi, dan kemampuan manajerial yang terbukti dalam menindak praktik-praktik ilegal serta membangun lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif.

“Ketua DPRD benar bahwa ruang lingkup kerja Dinas Pendidikan itu luas. Oleh karena itu, Kadisdik harus seorang pemimpin yang mampu merombak sistem, bukan hanya sekadar menambah aplikasi atau program baru,” kata Asep. Ia juga menambahkan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dan kontrol sosial dalam mengawasi jalannya roda pendidikan.

Brigade Rakyat berharap proses seleksi Kadisdik Garut benar-benar mempertimbangkan aspek integritas, komitmen terhadap keadilan, dan kemampuan eksekusi yang kuat, di samping potensi inovasi. “Garut butuh pemimpin pendidikan yang berani membersihkan karang-karang masalah, bukan hanya menghias permukaannya,” pungkas Asep Muhammad Toha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *