SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA – Upaya pemerintah meningkatkan ketahanan pangan nasional melalui sektor pertanian terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satu inovasi yang mulai terbukti di lapangan adalah penggunaan pupuk Topska, yang dinilai mampu mempercepat pertumbuhan padi dalam 20 hari pertama masa tanam.
Hasil pengamatan lapangan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, menunjukkan adanya perbedaan mencolok antara padi yang diberi pupuk Topska dan yang tidak. Padi dengan perlakuan Topska tumbuh lebih tinggi, hijau, dan kokoh, sementara padi tanpa pupuk tumbuh lebih kecil dan kurang subur.
“Ini sudah musim tanam ke-3, dengan benih yang sama. Tapi hasilnya berbeda jauh. Padi yang diberi pupuk Topska lebih subur dan lebih cepat tumbuh,” ungkap H. Mamat Acek, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Garut, Minggu (17/8/2025).
Menurutnya, keunggulan pupuk Topska tidak lepas dari kandungan unsur hara lengkap seperti Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K) yang sangat penting untuk pertumbuhan tanaman, terutama pada fase awal.
Selain dari petani, pihak produsen juga menegaskan komitmennya untuk mendukung sektor pertanian Indonesia. Bunga Lenggana Novia Loreza, Wakil General Manager pupuk Topska, menyebut bahwa produk ini diformulasikan agar efektif membantu petani menghadapi tantangan musim dan keterbatasan lahan.
“Kami ingin menjadi bagian dari solusi nasional dalam memperkuat ketahanan pangan. Topska hadir dengan teknologi formulasi yang mendukung pertumbuhan tanaman sejak dini, sehingga produktivitas padi bisa meningkat secara signifikan,” kata Bunga.
Dukungan bagi Ketahanan Pangan Nasional
Penggunaan pupuk berkualitas seperti Topska sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, sebagaimana tercermin dalam RAPBN 2026 yang mengalokasikan Rp164,4 triliun untuk sektor ini. Fokus anggaran diarahkan pada penguatan lumbung pangan dan cadangan pangan, subsidi pupuk, serta peran Bulog sebagai penyangga stok nasional.
Dengan kontribusi sektor swasta melalui inovasi pupuk, ditambah dukungan kelembagaan petani, ketahanan pangan Indonesia dinilai akan lebih kokoh.
Mamat Acek menegaskan, jika produktivitas petani meningkat, kesejahteraan pun ikut terdongkrak. “Kalau hasil panen naik, otomatis pendapatan petani ikut meningkat. Kami berharap distribusi pupuk berkualitas bisa lebih merata hingga ke desa-desa,” pungkasnya.





