SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA – Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Tani Merdeka Indonesia di Aula Kementerian Pertanian RI menjadi momentum konsolidasi strategis gerakan petani nasional. Dua figur sentral tampil menonjol, yakni Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir dan Dede Kusdinar, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Gerindra sekaligus Sekretaris Jenderal Tani Merdeka Indonesia Jawa Barat.
Dalam jeda acara, keduanya terlihat berbincang santai bersama Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Garut Haji Mamat Acek, sambil menikmati sajian kopi khas Garut, Mihardja Coffee. Obrolan ringan tersebut tetap sarat makna, membicarakan arah perjuangan petani sekaligus konsolidasi program kerja di tingkat nasional dan daerah.
Ketua Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia yang juga Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, sebelumnya menegaskan pentingnya dukungan penuh organisasi tani terhadap program Presiden dalam memperkuat ketahanan pangan dan swasembada nasional.
Don Muzakir menegaskan, Tani Merdeka hadir bukan hanya sebagai wadah konsolidasi organisasi, tetapi juga sebagai kekuatan strategis untuk mengawal kebijakan pangan pemerintah. “Kita ingin memastikan petani berada di garis depan ketahanan pangan nasional. Tani Merdeka harus menjadi motor perubahan,” ujarnya.
Sementara itu, Dede Kusdinar menambahkan, Jawa Barat siap menjadi episentrum gerakan tani. “Petani di Jawa Barat memiliki potensi besar. Dengan sinergi antara pemerintah, organisasi tani, dan legislatif, kami siap mengawal agenda besar ketahanan pangan,” tegasnya.
Rangkaian Rapimnas masih berlanjut hingga malam hari dengan agenda pembahasan strategi pasca Magrib, yang diharapkan menghasilkan peta jalan konkret demi kedaulatan pangan bangsa.





