SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA – Aktris muda Adhisty Zara akhirnya menjajal dunia sinetron. Mantan personel JKT48 yang dikenal lewat sejumlah film dan serial ini resmi membintangi sinetron “Beri Cinta Waktu” produksi SCTV, yang tayang perdana pada 16 Oktober 2025.
Bagi Zara, proyek ini menjadi langkah baru yang penuh tantangan sekaligus pengalaman berharga.
“Ini sinetron pertamaku, dan ternyata seru banget. Aku sudah lama pengin cobain main sinetron karena teman-temanku juga banyak yang main. Mereka bilang capek, tapi seru, dan sekarang aku ngerasain sendiri,” ujar Zara dalam wawancara virtual bersama SCTV, Selasa (21/10).
Meski sudah berpengalaman di layar lebar, Zara mengaku sempat kesulitan menyesuaikan diri dengan ritme kerja sinetron stripping yang jauh lebih padat dan cepat.
“Awalnya aku agak kewalahan karena suka salah dialog atau lupa adegan yang panjang. Tapi lama-lama terbiasa, apalagi suasana di lokasi syutingnya menyenangkan,” katanya.
Dalam “Beri Cinta Waktu”, Zara berperan sebagai Adila, perempuan muda yang harus menanggung beban hidup setelah kehilangan adik kandungnya dalam kecelakaan tragis. Hidup Adila berubah ketika ia bertemu dua pria: Trian (Yesaya Abraham), atasannya yang ternyata menyimpan rahasia besar, dan Rama (Rayn Wijaya), dokter berhati lembut yang hadir membawa ketenangan.
Peran tersebut menjadi ruang eksplorasi emosional baru bagi Zara.
“Adila punya sisi yang kuat sekaligus rapuh. Aku belajar banyak dari karakter ini tentang menerima, memaafkan, dan menghadapi kehilangan,” ujarnya.
Sementara itu, Yesaya Abraham menyebut karakter Trian sebagai sosok yang penuh lapisan emosi.
“Trian terlihat dingin dan tertutup, tapi di balik itu ada beban masa lalu yang besar. Tantangannya justru di situ, bagaimana menampilkan perubahan emosinya dengan halus,” ungkapnya.
Adapun Rayn Wijaya, yang berperan sebagai Rama, merasa ikut terbawa suasana selama proses syuting.
“Ceritanya hangat dan manusiawi. Bagi saya, ini bukan cuma kisah cinta, tapi juga tentang penyembuhan,” tuturnya.
Sinetron “Beri Cinta Waktu” tak sekadar menghadirkan kisah cinta segitiga, tetapi juga menggali tema kemanusiaan, rasa bersalah, dan kesempatan kedua. Dengan sinematografi yang elegan dan musik latar yang lembut, SCTV menghadirkan tontonan yang romantis namun tetap membumi.
Drama ini juga menjadi ruang bagi para pemain muda untuk memperlihatkan kedewasaan akting mereka. Bagi Adhisty Zara, sinetron ini menjadi bukti bahwa dunia televisi pun dapat menjadi tempat belajar sekaligus berkembang.
“Syutingnya seru banget ks banyak kru dan tim yang juga baru pertama kali kerja di sinetron. Jadi rasanya kayak sama-sama belajar dan berproses bareng,” kata Zara menutup wawancara.
“Beri Cinta Waktu” tayang setiap malam di SCTV, menghadirkan kisah tentang cinta, luka, dan waktu yang menyembuhkan — serta menandai langkah baru Adhisty Zara dalam perjalanan kariernya di dunia seni peran.**






