SINARPAGINEWS.COM, BANDUNG – Tasogan menjadi salah satu komunitas para seniman yang mencuri perhatian para pengunjung di Pasar Seni ITB 2025, Minggu (19/10/2025). Terkenal melalui proyek kreatifnya yang unik bernama “Photo(nge)Booth”, komunitas ini hadir membawa semangat baru bagi para pecinta seni dan ilustrasi.
Windy Anandiha (37), atau akrab disapa Winsoy, sang seniman sekaligus pendiri, menceritakan perjalanan komunitas Tasogan.
“Awalnya kami cuma bikin pameran kecil. Setiap kali pameran, kami ingin ada sesuatu yang bisa dibawa pulang oleh pengunjung. Oleh karena itu, muncul ide Photo(nge)Booth, yaitu konsep live drawing dengan sentuhan khas kami,” jelasnya.
Tasogan resmi berdiri pada 23 Februari 2023, bertepatan dengan pameran perdana mereka. Hingga kini, komunitas ini memiliki enam anggota inti dan sekitar dua puluh ilustrator aktif yang turut terlibat dalam berbagai kegiatan. Proses rekrutmen dilakukan secara terbuka dan santai.
“Biasanya dari pertemanan. Ada juga yang DM kami untuk gabung. Kami persilakan datang terlebih dahulu, coba ikut Photo(nge)Booth. Kalau cocok, bisa lanjut bareng,” tambah Winsoy.
Salah satu hal yang membedakan Tasogan dari komunitas seni lainnya adalah fokus mereka pada Photo(nge)Booth.
“Itu jadi kegiatan utama kami sekarang. Untuk di masa depan, kami pengin ngembangin produk-produk kreatif lainnya, biar bisa kolaborasi lebih luas dengan berbagai brand dan event,” ungkapnya.
Tasogan juga sudah beberapa kali berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk BUMN dan komunitas seni lainnya seperti Weekend Draw dan Jajan Toy. Mereka sering hadir untuk mengisi acara, menggambar langsung, dan memeriahkan berbagai kegiatan kreatif.
Dalam Pasar Seni ITB 2025, Tasogan menghadapi tantangan menarik. “Karena acara ini sudah vakum 11 tahun, kami tidak menyangka pengunjungnya akan sangat banyak. Kami harus cari ilustrator tambahan dadakan dan menutup orderan sesaat karena ramai pengunjung ke booth ini.” ujar Winsoy sambil tertawa.
Menariknya, Tasogan juga sudah mulai menggabungkan unsur teknologi dalam proses karyanya. “Kami punya aplikasi internal untuk mengelola pesanan. Jadi pelanggan bisa upload foto mereka dan kami proses lewat sistem sendiri,” jelasnya.
Menutup pembicaraan, Winsoy menyampaikan apresiasinya untuk Pasar Seni ITB. “Acaranya keren banget. Sebagai alumni, saya senang bisa lihat semangat ini tetap hidup setelah 11 tahun.” ujarnya dengan bangga.
Adanya visi misi untuk terus berkarya dan berkolaborasi, Tasogan berharap dapat menjadi ruang kreatif yang tak hanya menghasilkan karya visual, tapi juga menumbuhkan semangat berbagi dan berproses di dunia seni. (Zahra)





