SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA— Kolaborasi desainer mode Nila Baharuddin dan Malinda Furniture Gallery resmi diperkenalkan di Indonesia Design District PIK 2, Rabu sore, lewat gelaran “帰郷 A Designer’s Homecoming”. Acara ini membuka cara pandang baru mengenai hubungan antara mode dan interior, dengan menempatkan karya busana dan ruang hidup dalam satu percakapan estetik yang saling menguatkan.
Nila mengatakan bahwa Kikyō adalah bentuk pulang kampung secara kreatif setelah menjalani serangkaian kegiatan di Jepang. “Saya membawa pulang banyak inspirasi dari Jepang, terutama tentang bagaimana mereka merawat budaya melalui detail dan struktur. Koleksi ini saya rancang sebagai ruang temu antara Jepang dan Indonesia, dua kultur yang membentuk identitas saya sebagai desainer,” ujar Nila saat jumpa media di PIK2, Jakarta (26/11).
Ia menambahkan bahwa dialog antara busana dan interior bukan sekadar tampilan visual, melainkan cara menghadirkan karya di dalam konteks ruang yang sesungguhnya. “Saya ingin pengunjung merasakan busana bukan hanya sebagai fashion item, tapi sebagai bagian dari ruang hidup. Karena itu kolaborasi dengan Malinda menjadi penting,” kata Nila.
Sementara itu, pihak Malinda Furniture Gallery menilai kerja sama ini sebagai langkah untuk memperluas pengalaman desain bagi publik. “Malinda selalu percaya bahwa interior adalah tentang menghadirkan karakter. Saat melihat karya Nila, kami melihat karakter yang kuat, penuh narasi, dan selaras dengan nilai craftsmanship yang kami pegang,” ujar perwakilan Malinda dalam sesi jumpa pers. “Kolaborasi ini memungkinkan kami menciptakan instalasi ruang yang hidup, di mana furnitur dan busana saling melengkapi.”
Acara kemudian berlanjut dengan Fashion Interior Tour, di mana para tamu diajak menyusuri vignette interior yang dikurasi khusus untuk memadukan siluet busana Nila dengan atmosfer ruang Malinda. Setiap instalasi menampilkan bagaimana struktur, tekstur, dan palet warna busana berinteraksi dengan furnitur dan penataan ruang.
Pop-up store eksklusif juga dibuka untuk publik, menghadirkan koleksi terbatas dan Japan-exclusive pieces yang untuk pertama kalinya dirilis di Indonesia. Gelaran ini turut didukung oleh Ekles Clinic, yang menekankan keselarasan antara estetika, keanggunan, dan ekspresi diri sebagai inti kolaborasi.**






