Pemerintah Kota Sukabumi Tuntaskan Pendataan Perpustakaan, Targetkan Kenaikan Indeks Literasi

SINARPAGINEWS.COM, KOTA SUKABUMI – Pemerintah Kota Sukabumi menuntaskan pendataan seluruh perpustakaan di tingkat kecamatan dan kelurahan.

Hasilnya menunjukkan kondisi perpustakaan di Kota Sukabumi berada pada kategori cukup baik. Ekspos hasil pendataan ini digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Sukabumi di ruang rapat Dinas Perpustakaan, Jalan Perpustakaan No. 3, Kelurahan Cikole, Selasa (9/12/2025).

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan bahwa ketersediaan data literasi dan arsip menjadi fondasi penting bagi pembangunan daerah. Ia menyampaikan bahwa arsip historis Kota Sukabumi harus tersimpan dengan baik dan tidak hanya bertumpu di Balai Kota, tetapi juga terintegrasi melalui sistem perpustakaan.

Wali kota juga menargetkan peningkatan indeks literasi daerah dalam beberapa tahun ke depan.

“Kita akan programkan lima tahun ke depan dan sepuluh tahun agar Kota Sukabumi memiliki arsip yang lengkap. Indeks literasi kita harus meningkat. Targetnya naik ke angka 75,68. Kita harus lebih baik dan lebih unggul karena hanya memiliki tujuh kecamatan sehingga penguatan literasi lebih mudah dilakukan,” uujarnya

Saat ini, Kota Sukabumi berada di posisi kedua indeks literasi tertinggi di Jawa Barat, di bawah Kota Cirebon.

Kepala Dinas Perpustakaan Kota Sukabumi, Asep, menjelaskan bahwa pendataan dilakukan sejak awal 2025 dengan melibatkan akademisi. DKP bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran dan Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung untuk memastikan pendataan berjalan objektif dan komprehensif.

Pendataan meliputi perpustakaan perguruan tinggi, sekolah, komunitas, hingga perpustakaan di kelurahan dan kecamatan. Elemen yang dikaji mencakup sarana prasarana, koleksi buku, jumlah pengunjung, serta tingkat kegemaran membaca masyarakat.

“Semua data kemudian dirangkum, dikaji, dan dianalisis oleh para ahli,” kata Asep.

Ia menegaskan bahwa seluruh perpustakaan di Kota Sukabumi ditargetkan berstandar nasional, baik dari sisi bangunan, jumlah koleksi, maupun jumlah pengunjung. Standarisasi ini diharapkan menciptakan pemerataan kualitas layanan perpustakaan di seluruh wilayah kota. (Deni Silalahi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *