SINARPAGINEWS.COM, REJANG LEBONG – Yayasan Pelita Bangsa melalui unit pendidikannya, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Pelita Abadi, terus menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Rejang Lebong. Pada Kamis, 12 Desember 2025, PKBM Pelita Abadi sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Pengimbasan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)”.
Kegiatan strategis ini terlaksana berkat dukungan penuh dari dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOP) Kinerja Tahun Anggaran 2025. Pengalokasian dana ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah sekaligus amanah bagi PKBM Pelita Abadi untuk terus melakukan transformasi pendidikan di jalur non-formal.
Acara yang berlangsung di aula utama lembaga ini dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan Pelita Bangsa, Dahlia Tambajong, SE.Par., seluruh jajaran tutor, serta perwakilan peserta didik dari berbagai jenjang kesetaraan.
Ketua Yayasan Pelita Bangsa, Dahlia Tambajong, SE.Par., dalam sambutannya menegaskan bahwa penggunaan dana BOP Kinerja 2025 ini difokuskan pada peningkatan kualitas pendidik dan mutu pembelajaran.
“Alhamdulillah, PKBM Pelita Abadi dipercaya menerima BOP Kinerja 2025. Dana ini kami amanahkan sepenuhnya untuk kegiatan yang berdampak langsung pada kualitas lulusan, salah satunya melalui pengimbasan pembelajaran mendalam ini. Kami berkomitmen untuk mengelola anggaran negara dengan transparan dan akuntabel demi kemajuan warga belajar di Rejang Lebong,” ujar Dahlia.
Kegiatan pengimbasan ini merupakan rencana tindak lanjut (RTL) dari pelatihan intensif yang diselenggarakan oleh Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (KGTK), selama 3 bulan pada periode Agustus hingga Oktober 2025.
Delegasi dari PKBM Pelita Abadi yang terdiri dari Kepala Lembaga, David Andrew, S.Km, serta dua pendidik terpilih, Essy Ena Lestari, S.Pd dan Ike Septriani, S.Sos, telah menuntaskan pelatihan tersebut. Kini, melalui dukungan finansial dari BOP Kinerja, ilmu dan keterampilan tersebut dapat disebarluaskan secara menyeluruh kepada seluruh ekosistem pendidikan di bawah naungan Yayasan Pelita Bangsa.
Kepala Lembaga PKBM Pelita Abadi, David Andrew, S.Km, menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam (deep learning) adalah jawaban atas tantangan pendidikan di era digital. Berbeda dengan cara mengajar konvensional yang seringkali hanya menyentuh permukaan, metode ini mengajak peserta didik untuk memahami kaitan antara teori dan praktik di lapangan.
“Dengan dukungan BOP Kinerja ini, kami bisa menyediakan fasilitas dan ruang diskusi yang memadai bagi para tutor untuk mendalami materi dari KGTK. Fokus kami adalah bagaimana tutor bisa menciptakan suasana belajar yang menantang kreativitas namun tetap menyenangkan bagi peserta didik,” ungkap David.
Dahlia Tambajong menutup kegiatan dengan harapan agar semangat pembelajaran mendalam ini tidak berhenti pada acara seremoni semata. Beliau berjanji bahwa Yayasan Pelita Bangsa akan terus memantau implementasi di lapangan untuk memastikan bahwa investasi negara melalui BOP Kinerja benar-benar menghasilkan perubahan nyata pada kompetensi lulusan PKBM Pelita Abadi.
“Kami ingin membuktikan bahwa PKBM bukan sekadar tempat mencari ijazah, tapi tempat di mana ilmu benar-benar dipelajari secara mendalam untuk bekal hidup yang lebih baik,” tutupnya.(Isc)






