SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA — PT Azaki Food Internasional mendapat kehormatan diterima secara eksklusif oleh Wakil Menteri Perdagangan dan Urusan Pertanian Luar Negeri Amerika Serikat, Luke J. Lindberg, dalam pertemuan strategis di Hotel Grand Hyatt Jakarta, Senin (3/2/2026).
Pertemuan ini diprakarsai Kedutaan Besar Amerika Serikat bekerja sama dengan U.S. Soybean Export Council (USSEC), sebagai bagian dari Misi Perdagangan Pertanian Departemen Pertanian AS (USDA) ke Indonesia yang berlangsung pada 2–5 Februari 2026.
Misi dagang tersebut dipimpin langsung oleh Lindberg dan melibatkan delegasi sekitar 60 petani kedelai Amerika Serikat, dengan agenda memperluas ekspor pertanian AS, mengatasi hambatan perdagangan, serta memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia.
Dalam forum itu, Luthfi, Board of Directors PT Azaki Food Internasional, memaparkan perjalanan Azaki sebagai produsen tempe modern terdepan di Indonesia. Saat ini, Azaki mengoperasikan 90 cabang rumah produksi di berbagai wilayah tanah air.
Memasuki usia 20 tahun, Azaki tercatat sebagai salah satu pengguna terbesar kedelai asal Amerika Serikat, sekaligus mitra penting dalam rantai pasok kedelai global.
Wakil Menteri Luke J. Lindberg menyampaikan apresiasi atas kontribusi Azaki dalam mengembangkan industri tempe berbasis kedelai secara berkelanjutan dan berorientasi global.
“Azaki menunjukkan bagaimana komoditas pertanian dapat diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi yang diterima di pasar global,” ujarnya.
Ia menilai konsistensi kualitas, komitmen keberlanjutan, dan skala pengembangan bisnis menjadikan Azaki mitra strategis bagi petani kedelai Amerika Serikat.
“Kami memandang Azaki sebagai honorary buyer yang memiliki komitmen kuat terhadap kualitas, keberlanjutan, serta kemitraan jangka panjang,” tambahnya.
Sementara itu, CEO PT Azaki Food Internasional, Cucup, menyambut baik pengakuan tersebut dan menegaskan komitmen perusahaan dalam memperluas kolaborasi global.
“Pertemuan ini menjadi momentum strategis bagi Azaki untuk mengembangkan tempe sebagai pangan unggulan Indonesia yang berdaya saing internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, kerja sama ini bukan hanya soal perdagangan bahan baku kedelai, tetapi juga mencakup pertukaran pengetahuan, peningkatan standar kualitas, serta penguatan ekosistem industri tempe modern yang berkelanjutan.
Melalui Misi Perdagangan Pertanian USDA ini, diharapkan terjalin kemitraan jangka panjang antara petani kedelai Amerika Serikat dan industri tempe Indonesia, sekaligus memperkuat posisi tempe sebagai superfood dunia yang berasal dari Indonesia. (Red)






