SINARPAGINEWS.COM, KOTA SUKABUMI — Pemerintah Kota Sukabumi melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) mendorong penerapan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai langkah strategis untuk mengatasi krisis kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul yang diperkirakan hanya mampu beroperasi 1–2 tahun ke depan.
Keterbatasan wilayah membuat pencarian lokasi TPA baru menjadi tantangan besar. Karena itu, Pemkot Sukabumi mulai mengarahkan pengelolaan sampah menuju sistem yang lebih modern dengan menjadikan sampah sebagai sumber energi alternatif bagi industri.
Dikutip dari Media sosial resmi Bappeda Kota Sukabumi (bappedasmi_official). Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Kota Sukabumi telah menempuh sejumlah langkah, mulai dari komunikasi dengan pihak industri seperti PLTU dan SCG sebagai calon offtaker, hingga melakukan studi tiru ke daerah yang telah menerapkan RDF, seperti Cilegon dan Banyumas.
Selain RDF, optimalisasi TPS dan TPS3R juga dirancang sebagai pusat pemilahan dan pengolahan sampah untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA.
Ke depan, tantangan yang perlu disiapkan meliputi penguatan kelembagaan, kebutuhan SDM teknis, serta keberlanjutan operasional program. Dengan sinergi pemerintah, industri, dan masyarakat, pengelolaan sampah yang lebih bersih dan berdaya di Kota Sukabumi diharapkan dapat terwujud. (Red)






