Aam Abdul Salam : Gedung IKM Palabuhanratu Jangan Jadi Monumen Sepi, Harus Jadi Mesin Ekonomi Rakyat

SINARPAGINEWS.COM, KAB. SUKABUMI — Gedung Industri Kecil Menengah (IKM) di Jalan KH Anwari, Palabuhanratu, berada di lokasi emas: pusat ibu kota kabupaten sekaligus jalur utama wisata. Namun posisi strategis saja tidak cukup. Tanpa aktivasi dan kolaborasi nyata, gedung ini berisiko hanya menjadi bangunan megah tanpa denyut ekonomi.

Isu itu mengemuka dalam diskusi yang digelar di Gedung IKM, Senin (23/2/2026), saat Penasihat PWI Kabupaten Sukabumi, Aam Abdul Salam, meninjau langsung potensi sekaligus tantangan fasilitas tersebut.

Menurut Aam, Gedung IKM seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan, bukan sekadar etalase formalitas.

“Lokasinya sangat strategis. Tapi yang kita butuhkan bukan hanya bangunan berdiri. Kita butuh aktivitas ekonomi yang hidup dan berkelanjutan,” tegas Aam.

Bangunan Ada, Ekosistem Belum Kuat

Gedung IKM dirancang sebagai pusat oleh-oleh dan etalase produk unggulan lokal. Namun tantangan utamanya bukan pada infrastruktur, melainkan pada ekosistem.

Produk perajin sudah ada. Pelaku usaha ada. Wisatawan pun terus mengalir ke Palabuhanratu. Yang masih perlu diperkuat adalah jembatan antara produksi dan pasar.

Tanpa integrasi dengan sektor pariwisata dan dukungan pemasaran yang agresif, potensi itu akan berjalan lambat.

Strategi: Dari Rest Area Wisata Hingga Event Berkala

Dalam diskusi tersebut, sejumlah langkah konkret mengemuka untuk menghindari Gedung IKM dari stagnasi:

1️⃣ Integrasi Paket Wisata
Gedung IKM harus masuk dalam rute resmi biro perjalanan sebagai titik singgah (rest stop) wisata Palabuhanratu.

2️⃣ Aktivasi Agenda Rutin
Pameran tematik, workshop kerajinan, hingga festival UMKM perlu digelar berkala agar gedung tidak sepi aktivitas.

3️⃣ Sinergi Pemasaran Kolektif
Pelaku industri kecil tidak boleh berjalan sendiri. Perlu kolaborasi antara pengelola, pemerintah daerah, komunitas, dan sektor swasta.

Menurut Aam, kunci keberhasilan bukan pada seremoni pembukaan, melainkan konsistensi pengelolaan.

“Semangatnya gotong royong. Kalau semua pihak punya visi yang sama, Gedung IKM ini bisa jadi pilar ekonomi kreatif Sukabumi,” ujarnya.

Taruhan Ekonomi Lokal

Revitalisasi Gedung IKM bukan hanya soal gedung, tetapi soal keberpihakan pada pedagang kecil dan perajin lokal.

Jika dikelola dinamis, pusat ini berpotensi menciptakan:

  • Peningkatan transaksi UMKM

  • Lapangan kerja baru

  • Penguatan identitas produk lokal

  • Dampak ekonomi berantai di kawasan wisata

Palabuhanratu sudah dikenal sebagai destinasi wisata. Kini tantangannya adalah memastikan setiap kunjungan wisatawan ikut menggerakkan ekonomi warga.

Gedung IKM bisa menjadi jawabannya — asalkan tidak dibiarkan berjalan tanpa strategi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *