Ramadan Gerakkan Ekonomi Rakyat, 35 UMKM Ramaikan Bazar Kuliner Cisaat

SINARPAGINEWS.COM. KAB. SUKABUMI – Ramadan kembali menjadi momentum kebangkitan ekonomi rakyat. Di Lapang STISIP Widyapuri Mandiri, Komplek Gelanggang Cisaat, puluhan lapak UMKM berjajar menawarkan aneka kuliner berbuka puasa, mulai dari takjil tradisional hingga menu kekinian.

Sebanyak 35 pelaku UMKM, mayoritas sektor kuliner, ambil bagian dalam Bazar Culinary Ramadhan 1447 Hijriah yang digelar Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sukabumi bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UKM (DKUKM).

Sejak sore hari, kawasan tersebut mulai dipadati warga. Aroma gorengan, kolak, es buah, hingga hidangan khas daerah bercampur menjadi satu, menciptakan suasana Ramadan yang bukan hanya religius, tetapi juga produktif secara ekonomi.

Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan, bazar ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam mendorong perputaran ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku usaha kecil.

“Ramadan selalu menjadi momentum peningkatan daya beli masyarakat. Ini kesempatan bagi UMKM untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan produk unggulan daerah,” ujarnya saat membuka kegiatan, Senin (2/3/2026).

Menurutnya, bazar kuliner bukan hanya memudahkan masyarakat mendapatkan menu berbuka, tetapi juga menjadi sarana promosi produk lokal agar semakin dikenal luas. Ia pun mengajak masyarakat untuk mencintai dan bangga menggunakan produk daerah sendiri.

Kegiatan yang direncanakan berlangsung hingga 8 Maret ini juga diisi berbagai aktivitas pendukung seperti lomba mewarnai dan hiburan musik Islami, guna menarik lebih banyak pengunjung serta menciptakan suasana yang ramah keluarga.

Ketua Dekranasda Kabupaten Sukabumi Hj. Rina Rosmaniar Japar menegaskan, bazar Ramadan harus dimaknai sebagai ruang penguatan kapasitas pelaku UMKM agar “naik kelas”.

“Ini bukan sekadar jualan musiman. Kami ingin pelaku UMKM memperluas jejaring usaha, meningkatkan mutu, dan membangun daya saing produk,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap transaksi yang terjadi di lapak UMKM memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan keluarga pelaku usaha.

Di tengah tantangan ekonomi yang dinamis, Ramadan menjadi ruang harapan. Bagi sebagian pelaku UMKM, bulan suci bukan hanya momentum spiritual, tetapi juga musim penting untuk menambah omzet dan menjaga keberlangsungan usaha.

Bazar Culinary Ramadhan 1447 Hijriah pun menjadi bukti bahwa ketika ruang disiapkan dan kolaborasi dibangun, ekonomi rakyat dapat bergerak dan tumbuh dari bawah. (Deni Silalahi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *