SINARPAGINEWS.COM SUKABUMI – DBA kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan sektor pertanian melalui kegiatan sosialisasi kemitraan pertanian yang dilaksanakan pada 12 Mei 2026 di Aula BPP Cisaat. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua BPP Cisaat, perwakilan CWS penyuluh pertanian, Kepala UPTD, kelompok tani, gapoktan, serta para petani dari wilayah Cisaat.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan menjadi ruang diskusi aktif antara petani dan Tim Kemitraan DBA terkait peluang kerja sama pertanian yang berkelanjutan. Tingginya partisipasi dan respon positif dari peserta menunjukkan besarnya harapan petani terhadap hadirnya sistem kemitraan yang mampu memberikan kepastian budidaya hingga pemasaran hasil panen.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Kemitraan DBA menyampaikan program SERGAP (Serap Gabah) sebagai salah satu program strategis yang bertujuan mendukung penyerapan hasil panen petani secara berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas pemasaran hasil pertanian sekaligus memberikan kepastian market bagi kelompok tani dan gapoktan yang bermitra.
Selain program SERGAP, DBA juga memaparkan rencana *dukungan kemitraan budidaya untuk musim tanam berikutnya*. Melalui skema ini, DBA akan memberikan pendampingan budidaya mulai dari proses awal tanam hingga masa panen. Dukungan yang diberikan mencakup support benih, pupuk phospat, pendampingan teknis budidaya, hingga jaminan penyerapan hasil panen petani.
Tidak hanya berfokus pada program offtaker, DBA turut menawarkan *kemitraan padi konsumsi dan penangkaran benih padi* sebagai bagian dari pengembangan pertanian yang berkelanjutan. Program tersebut menjadi langkah nyata DBA dalam mendorong peningkatan kualitas produksi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui sinergi bersama petani.
Antusiasme tinggi terlihat dari para kelompok tani yang hadir selama kegiatan berlangsung. Para petani memberikan respon positif terhadap berbagai program yang disampaikan, terutama terkait peluang kerja sama jangka panjang dan adanya kepastian pasar hasil panen. Hal ini menjadi indikator kuat bahwa pola kemitraan yang dibangun DBA mampu menjawab kebutuhan petani akan sistem pertanian yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Untuk memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh, Tim Kemitraan DBA juga menjelaskan secara rinci mengenai *skema kemitraan, alur budidaya, mekanisme kerja sama, hingga proses pelaksanaan program* yang akan dijalankan setelah tercapainya kesepakatan bersama antara kelompok tani dan DBA. Penjelasan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun transparansi dan kepercayaan antar pihak sehingga program kemitraan dapat berjalan secara optimal.
Direktur Utama DBA yang juga menjabat sebagai Ketua DPC HKTI Kabupaten Sukabumi, Hikmat Taufik, menyampaikan bahwa kemitraan pertanian harus dibangun dengan konsep keberlanjutan dan keberpihakan terhadap petani. Menurutnya, sektor pertanian tidak hanya berbicara mengenai hasil panen, tetapi juga bagaimana menciptakan ekosistem pertanian yang memiliki kepastian budidaya, pendampingan, hingga kepastian pasar.
“Petani adalah fondasi utama ketahanan pangan bangsa. Melalui kemitraan SERGAP, padi konsumsi, dan penangkaran benih padi, kami ingin membangun sistem pertanian yang saling menguatkan antara petani, penyuluh, dan dunia usaha. Kami percaya bahwa swasembada pangan nasional hanya dapat terwujud apabila seluruh pihak bergerak bersama dalam satu visi besar untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat kemandirian pangan Indonesia,” ujar Hikmat Taufik
Melalui kegiatan sosialisasi ini, DBA berharap dapat terus memperluas kolaborasi bersama petani dan stakeholder pertanian dalam mendukung peningkatan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan, serta menciptakan sistem pertanian modern yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan. (Red)






