SINARPAGINEWS.COM, GUNUNGKIDUL – Departemen Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (PPB) FIP UNY kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan bimbingan konseling di sekolah. Pada Rabu, 13 Mei 2026, melalui ruang virtual Zoom, digelar sesi pendalaman materi yang menghadirkan pakar pendidikan, Prof. Dr. Augusto da Costa, SS., M.Theo., MA. M.Pd., dalam rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bersama MGBK Gunungkidul.
Sesi yang berlangsung di Zoom ini mengangkat tema spesifik mengenai “Transformasi Layanan Konseling: Pendalaman Konseptualisasi Kasus dan Analisis Perilaku untuk Menciptakan Sekolah Aman dan Nyaman”. Prof. Augusto secara khusus membedah fenomena perilaku off-task atau ketidakterlibatan siswa dalam pembelajaran di kelas.
Dalam paparannya, Prof. Augusto menekankan bahwa kunci utama untuk mengatasi perilaku off-task adalah dengan membangun kemandirian belajar (learner autonomy). Beliau menjelaskan bahwa siswa yang mandiri adalah mereka yang mampu mengambil tanggung jawab penuh atas proses belajarnya, mulai dari menetapkan tujuan (self-direction), mengatur strategi (self-regulation), hingga mengevaluasi kemajuan secara kritis (self-evaluation).
Menariknya, Prof. Augusto mengintegrasikan konsep kemandirian ini dengan pendekatan Behaviorisme. Beliau memaparkan bagaimana teori Classical Conditioning dari Ivan Pavlov dapat digunakan untuk membentuk habituasi melalui isyarat rutin di kelas, serta bagaimana Operant Conditioning dari B.F. Skinner melalui pemberian penguatan positif (positive reinforcement) dapat meningkatkan perilaku fokus siswa.
Lebih lanjut, Prof. Augusto menjelaskan bahwa tujuan akhir dari intervensi perilaku ini adalah transformasi. “Kuncinya adalah bagaimana kita merancang sistem penguatan agar siswa tidak terus bergantung pada kendali luar, melainkan bergeser menuju motivasi internal dan pembentukan kebiasaan yang mandiri,” jelasnya dalam sesi diskusi bersama para guru BK.
Kegiatan yang dipandu oleh Widya Juwita Sari, M.Pd. selaku moderator ini mendapatkan antusiasme tinggi dari para peserta. Materi dari Prof. Augusto diharapkan menjadi bekal praktis bagi para guru BK di Gunungkidul untuk melakukan konseptualisasi kasus yang lebih mendalam di sekolah masing-masing.
Rangkaian PKM ini akan berlanjut ke tahap pertemuan luring yang dijadwalkan pada 20 Mei 2026 mendatang di SMA Negeri 1 Wonosari Bersama tim Dr. Indriyana Rachmawati, M.Pd., Sesya Dias Mumpuni, M.Pd.. Widya Juwita Sari, M.Pd., dan Dr. Aprilia Tina Lidyasari, M.Pd., guna memantapkan praktik layanan konseling yang telah didiskusikan secara daring.(Hid/adv)






