SINARPAGINEWS.COM KOTA SUKABUMI- Ketua TP PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, mengingatkan pentingnya membangun komunikasi yang efektif dan penuh empati di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis dan sarat perbedaan pandangan.
Menurutnya, banyak persoalan yang terjadi dalam keluarga, lingkungan kerja, maupun kehidupan sosial bukan berawal dari niat buruk, melainkan karena kesalahpahaman dan ketidakmampuan memahami sudut pandang orang lain.
Pesan tersebut disampaikan Ranty saat membuka Seminar Smart Service Parenting bertajuk “Memahami Bahasa Kalbu, Strategi Komunikasi Efektif dalam Pelayanan Publik dan Pengasuhan” di GOR Merdeka, Kota Sukabumi, Kamis (4/6).
“Di era yang serba terbuka seperti sekarang, kemampuan memahami hati dan cara berpikir orang lain menjadi kebutuhan yang tidak kalah penting dibandingkan kecerdasan intelektual,” ujarnya.
Ia menilai kecerdasan emosional dan spiritual menjadi fondasi penting dalam membangun pelayanan publik yang humanis sekaligus menciptakan pola pengasuhan yang sehat dalam keluarga.
Karena itu, TP PKK Kota Sukabumi menghadirkan pakar neurospiritual dan komunikasi keluarga, dr. Aisah Dahlan, sebagai narasumber untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya komunikasi yang menyentuh akal dan hati.
Ranty juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terjebak dalam prasangka maupun penilaian yang terburu-buru terhadap orang lain. Sebaliknya, setiap persoalan perlu disikapi melalui dialog, empati, dan keinginan untuk saling memahami.
Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa keberhasilan tidak diukur dari kemampuan mengalahkan orang lain, melainkan dari kemampuan menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari.
“Yang dibutuhkan masyarakat bukan sosok yang sempurna, tetapi orang-orang yang mau mendengar, mau belajar, dan terus berusaha memperbaiki keadaan,” tegasnya.
Sementara itu, dr. Aisah Dahlan menjelaskan bahwa komunikasi yang efektif harus mampu menyentuh akal sekaligus qalbu agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan meninggalkan dampak positif, baik dalam pelayanan publik maupun pengasuhan anak.
Melalui seminar ini, TP PKK Kota Sukabumi berharap lahir budaya komunikasi yang lebih empatik, sehingga mampu memperkuat ketahanan keluarga sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.






