SINARPAGINEWS.COM BANDUNG – Dewan Pengurus Wilayah Forum Bela Negara Republik Indonesia (DPW FBN RI) Jawa Barat menggelar Silaturahmi dan Konsolidasi Pengurus pada Rabu (15/7/2026) di Pendopo Venue Bhumi Kiwari, Jalan Dr. Djunjunan No. 126–128, Bandung.
Kegiatan mengusung tema “Menampung Aspirasi DPD dan Memutuskan Bersama Langkah Strategis yang Akan Diambil”. Acara ini bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat soliditas organisasi di tengah dinamika yang dihadapi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Dewan Penasehat, Dewan Pakar, jajaran pengurus DPW FBN RI Jawa Barat, serta para Ketua DPD FBN RI kabupaten dan kota se-Jawa Barat.
DPW FBN RI Jawa Barat dideklarasikan pada 2015 di Gedung Merdeka, Bandung, dengan ketua pertama Ir. Deni Margana Juhana, MM. Organisasi ini dikukuhkan secara nasional pada 19 Desember 2015 bertepatan dengan Hari Bela Negara.
Keberadaan Forum Bela Negara juga diatur dalam Peraturan Menteri Pertahanan Nomor 27 Tahun 2019 Pasal 25 Ayat (2), yang menyebutkan bahwa pembinaan kader bela negara dilakukan melalui pembentukan Forum Bela Negara sebagai wadah kegiatan kader di pusat maupun daerah.
Hadapi Dualisme Organisasi
Ketua DPW FBN RI Jawa Barat, Drs. H. Darmawan, M.Si, menjelaskan bahwa setelah wafatnya Ketua DPW pertama Ir. Deni Margana Juhana, kepemimpinan dilanjutkan oleh Drs. Sutarno Yono, M.Si. Sepeninggal Sutarno Yono, kepengurusan kemudian mempercayakan kepemimpinan kepada dirinya hingga masa bakti 2029.
Menurut Darmawan, saat ini organisasi menghadapi tantangan berupa munculnya organisasi lain yang menggunakan nama FBN RI, sehingga menimbulkan dualisme.
«”Melalui acara silaturahmi ini, kita ingin menyatukan pandangan dalam mencari solusi terbaik atas dinamika yang sedang terjadi,” ujarnya.»
Dewan Pakar Dorong Program Nyata
Dewan Pakar DPW FBN RI Jawa Barat, Dr. Ir. Dede Farhan Aulawi, MM., CHT, menyampaikan tiga opsi yang dapat ditempuh organisasi, yakni mempertahankan FBN RI yang telah memiliki legalitas, membentuk organisasi baru dengan semangat bela negara, atau menjalankan keduanya.
Ia menegaskan, yang paling penting adalah menghadirkan program nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
«”Masyarakat akan menilai organisasi dari kiprah dan manfaatnya. Jika kegiatannya nyata, masyarakat akan percaya dan tertarik bergabung,” katanya.»
Usulan Pergantian Nama
Dewan Penasehat DPW FBN RI Jawa Barat, Dr. Kol. (Purn.) Deden, mengusulkan agar organisasi mempertimbangkan pergantian nama apabila dualisme tidak dapat diselesaikan.
Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi solusi agar kedua organisasi dapat menjalankan aktivitasnya tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan.
Susun Langkah Strategis
Sementara itu, Dewan Penasehat Mayjen (Purn.) Yahya Sacawiria mendorong pengurus segera menyusun langkah strategis sebelum masa kepengurusan berakhir pada 2029.
Beberapa usulan yang disampaikan antara lain pembentukan posko aspirasi masyarakat, forum diskusi internal, penyusunan pakta integritas, inventarisasi data, serta penetapan isu-isu strategis yang menjadi fokus organisasi.
Ia berharap seluruh program tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat eksistensi organisasi.
Perkuat Kolaborasi
Sekretaris Jenderal FORMADES sekaligus Ketua DPD FBN RI Kabupaten Bandung Barat, Agus Dadang Hermawan, SE, menegaskan pihaknya tetap solid menghadapi dinamika organisasi.
Menurutnya, FORMADES yang memiliki jaringan di berbagai provinsi siap berkolaborasi dengan FBN RI melalui berbagai program pembinaan karakter dan pemberdayaan masyarakat.
«”Jika kita tetap solid, tidak ada yang bisa mengganggu. Tujuan utama kita adalah memberikan kemaslahatan bagi masyarakat dan negara,” pungkasnya.»






