SINARPAGINEWS.COM, KOTA SUKABUMI – Gerakan Pramuka dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, kepemimpinan, dan semangat pengabdian generasi muda di tengah derasnya arus digital dan berbagai tantangan sosial. Pesan tersebut mengemuka dalam pelantikan Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) dan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Sukabumi Masa Bakti 2026–2031 di Kompleks Pendidikan Praditya Adighuna Global School, Rabu (15/7).
Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Barat, Herman Suryatman, yang melantik Mabicab Kota Sukabumi, menegaskan bahwa kepengurusan baru memikul tanggung jawab besar dalam menyiapkan generasi muda menghadapi masa depan.
“Gerakan Pramuka bukan sekadar organisasi, tetapi panggilan untuk menyiapkan calon pemimpin bangsa. Jangan setengah-setengah menjalankan amanah ini, karena masa depan Indonesia bergantung pada kualitas generasi mudanya,” ujar Herman.
Menurutnya, pengalaman berorganisasi di Pramuka telah membentuk karakter kepemimpinan yang kini menjadi bekal dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin. Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus menjadikan semboyan Satyaku Kudarmakan, Dharmaku Kubaktikan sebagai pedoman pengabdian.
Herman juga menekankan pentingnya menghidupkan nilai-nilai Panca Waluya sebagai fondasi pembinaan karakter generasi muda di Jawa Barat agar tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, berakhlak, tangguh, dan berdaya saing.
Sebelum prosesi pelantikan, Laksamana TNI (Purn.) Ahmad Taufiqurrahman menyampaikan bahwa Kompleks Pendidikan Praditya Adighuna terus dikembangkan sebagai pusat pembinaan generasi muda.
Ia mengingatkan bahwa Gerakan Pramuka pernah menjadi gerakan besar yang mampu menyatukan masyarakat dan melahirkan banyak pemimpin nasional. Semangat tersebut, menurutnya, perlu dihidupkan kembali untuk menjawab tantangan zaman.
Usai pelantikan Mabicab, Ketua Mabicab Kota Sukabumi H. Ayep Zaki melantik jajaran Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Sukabumi Masa Bakti 2026–2031 yang dipimpin Kak Ranty Rachmatilah.
Dalam sambutannya, Ranty mengatakan tantangan pembinaan generasi muda saat ini jauh lebih kompleks. Anak-anak dan remaja dihadapkan pada banjir informasi, kecanduan gawai, media sosial, krisis karakter, persoalan kesehatan mental, perundungan, hingga penyalahgunaan narkoba.
Karena itu, menurutnya, Gerakan Pramuka harus mampu bertransformasi menjadi organisasi yang lebih relevan, menarik, dan adaptif tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kepanduan.
“Pramuka harus hadir sebagai ruang yang mampu membentuk karakter sekaligus menjawab tantangan generasi milenial dan Generasi Alfa,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Mabicab Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembinaan kepramukaan sebagai investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas karakter generasi penerus bangsa yang dibentuk melalui pendidikan dan organisasi seperti Gerakan Pramuka.






