Krisis Air Bersih Ancam Ribuan Warga, Pemdes Sasagaran Minta Pemerintah Segera Perbaiki Tanggul dan Bangun Sanitasi

SINARPAGINEWS.COM KAB. SUKABUMI – Krisis air bersih yang melanda Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, menjadi gambaran nyata ancaman kekeringan yang masih dihadapi sejumlah wilayah di Indonesia. Pemerintah Desa Sasagaran meminta pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret melalui perbaikan tanggul yang jebol serta percepatan pembangunan sanitasi dan sumur bor sebagai solusi jangka panjang.

Permintaan tersebut muncul di tengah musim kemarau yang menyebabkan ribuan warga kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Selama ini, pasokan air hanya mengandalkan bantuan tangki dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, setelah sebelumnya juga menerima distribusi air dari Palang Merah Indonesia (PMI).

Kepala Desa Sasagaran, Deni Suwandi, menegaskan bahwa bantuan air bersih sangat membantu masyarakat, namun tidak dapat dijadikan solusi permanen.

“Kalau terus-terusan begini nungguin permintaan air dari BPBD ataupun dinas terkait, ada batasannya. Masyarakat tidak boleh selamanya bergantung pada air bantuan,” ujarnya.

Menurut Deni, krisis air bersih telah berlangsung sekitar dua bulan terakhir dan berdampak pada tiga kedusunan di Desa Sasagaran. Sedikitnya 3.000 kepala keluarga (KK) terdampak, dengan kondisi paling berat terjadi di Dusun Sasagaran yang dihuni 416 KK.

Ia menjelaskan, salah satu penyebab utama krisis tersebut adalah rusaknya tanggul penampung air yang hingga kini belum mendapatkan perbaikan permanen. Akibatnya, kapasitas penampungan air menurun drastis sehingga pasokan air bersih bagi masyarakat semakin terbatas ketika musim kemarau tiba.

Pemerintah desa berharap pembangunan infrastruktur dasar seperti rehabilitasi tanggul, pembangunan sanitasi, dan penyediaan sumur bor dapat menjadi prioritas pemerintah. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketahanan air bersih masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bantuan darurat setiap musim kemarau.

Fenomena yang terjadi di Desa Sasagaran juga menjadi pengingat bahwa persoalan akses air bersih masih menjadi tantangan di berbagai daerah. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan diperlukan agar masyarakat memiliki akses air bersih yang layak, aman, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *