Universitas Al-Ghifari Bandung Gandeng Perempuan Muda Karya, Dorong UMKM Perempuan Melek Finansial Digital

SINARPAGINEWS.COM BANDUNG — Universitas Al-Ghifari Bandung bersama Komunitas Perempuan Muda Karya Kota Bandung menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Empower Her Finance: Akselerasi Kemandirian Ekonomi Perempuan melalui Literasi Keuangan dan Pembukuan Usaha Digital.”

Kegiatan yang berlangsung di NUU JII Resto Coffee dan Event, Jalan Ranca Sawo, Margasari, Bandung, tersebut dilaksanakan selama satu bulan, mulai 13 Agustus hingga 13 September 2026, dengan metode daring dan luring.

Program ini diikuti 20 perempuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari Bandung dan sekitarnya yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, jasa hingga perdagangan.

Kegiatan akan ditutup dengan Focus Group Discussion (FGD) evaluasi akhir sekaligus pembagian sertifikat kepada peserta di Sekretariat Komunitas Perempuan Muda Karya Bandung.

Program tersebut merupakan bagian dari skema Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP) BIMA Dikti yang didanai Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek).

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tim Pelaksana Annisa Martina Syahrir, SMB., MSM., bersama anggota tim Ina Siti Nurhasanah, S.T., M.Pd. dan Dr. Hermina Hendriani Farida, M.M. Turut mendampingi dua mahasiswa, Ai Nuraisyah dan Maya Nur’azizah.

Selain itu, hadir Ketua LPPM Universitas Al-Ghifari Bandung Dr. Meiry Akmara Dhina, M.Pd., CEO Komunitas Perempuan Muda Karya drg. Ika Nuriani, serta developer aplikasi usahadarinol.com Redho Yurizal, S.T.

Dorong Literasi Keuangan Perempuan Pelaku UMKM

Selama program berlangsung, peserta mendapatkan pelatihan melalui empat modul pembelajaran yang mencakup konsep dasar pengelolaan keuangan usaha, perencanaan dan penganggaran keuangan, pengelolaan arus kas, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dan Break Even Point (BEP), hingga penerapan teknologi pembukuan digital.

Salah satu keunggulan program ini adalah pemanfaatan usahadarinol.com, sebuah platform digital yang dirancang untuk membantu pelaku UMKM dalam mengelola aspek keuangan dan operasional usaha.

Platform tersebut dapat diakses melalui “usahadarinol.com” (https://reference-url-citation.invalid/0).

Dalam sesi pelatihan, peserta diperkenalkan pada penggunaan aplikasi untuk sejumlah kebutuhan dasar pengelolaan usaha, seperti menambahkan bahan baku, membuat produk, menghitung harga dan margin, hingga melakukan perhitungan BEP atau balik modal.

Ketua Tim Pelaksana, Annisa Martina Syahrir, mengatakan program tersebut hadir sebagai respons terhadap kondisi literasi keuangan perempuan pelaku UMKM yang masih membutuhkan perhatian serius.

“Melihat bahwa banyak perempuan pelaku UMKM yang sebenarnya memiliki potensi usaha yang luar biasa, namun terhambat oleh minimnya pengetahuan dalam mengelola keuangan secara terstruktur. Program ini hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut secara praktis dan aplikatif, sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi perempuan,” ujar Annisa.

Menurutnya, pembukuan bukan sekadar persoalan pencatatan angka, melainkan merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan dan pertumbuhan usaha dalam jangka panjang.

Dengan pengelolaan keuangan yang baik, perempuan pelaku UMKM dapat mengambil keputusan bisnis secara lebih tepat, terukur dan percaya diri.

“Kami berharap setelah mengikuti program ini, peserta tidak hanya memahami cara mencatat keuangan, tetapi juga membangun kebiasaan dan kepercayaan diri untuk mengelola usaha secara profesional dan mandiri,” katanya.

Teknologi untuk Mempermudah UMKM

Anggota tim pelaksana yang bertanggung jawab terhadap penerapan teknologi digital, Ina Siti Nurhasanah, menekankan pentingnya penggunaan teknologi yang tepat guna dan relevan dengan kebutuhan pelaku usaha kecil.

“Kehadiran aplikasi usahadarinol.com menjadi solusi yang sangat relevan bagi peserta. Aplikasi ini dirancang dengan memahami kebutuhan nyata UMKM lokal, sehingga peserta dapat langsung mempraktikkan pencatatan keuangan digital tanpa hambatan teknis yang berarti,” jelasnya.

Developer usahadarinol.com, Redho Yurizal, S.T., turut memberikan pelatihan secara langsung mengenai penggunaan platform tersebut.

Menurut Redho, usahadarinol.com merupakan platform Software as a Service (SaaS) yang membantu UMKM, khususnya sektor Food and Beverage (F&B), dalam mengelola bisnis dari sisi analisis keuangan dan operasional.

“Teknologi seharusnya mempermudah, bukan mempersulit. Dengan platform ini, pelaku UMKM dapat mencatat transaksi, menyusun laporan keuangan, dan menganalisis kinerja usaha hanya dari genggaman tangan mereka,” ungkap Redho.

Ia berharap semakin banyak pelaku UMKM perempuan yang memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pertumbuhan dan pengelolaan usaha mereka.

Sementara itu, pada sesi workshop perhitungan HPP dan analisis keuangan usaha, Dr. Hermina Hendriani Farida, M.M., menekankan pentingnya pemahaman struktur biaya dalam menentukan keberlanjutan usaha.

“Banyak pelaku UMKM yang bersemangat dalam berproduksi namun belum memahami secara tepat berapa biaya yang sesungguhnya dikeluarkan. Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta mampu menghitung harga pokok produksi dengan benar, menetapkan harga jual yang menguntungkan, dan pada akhirnya menjalankan usaha yang tidak hanya ramai pembeli tetapi juga benar-benar menghasilkan keuntungan yang nyata,” paparnya.

Wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi

Ketua LPPM Universitas Al-Ghifari Bandung, Dr. Meiry Akmara Dhina, M.Pd., menyambut baik pelaksanaan program tersebut sebagai wujud nyata komitmen institusi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berdampak langsung.

“Program Empower Her Finance mencerminkan semangat Universitas Al-Ghifari dalam menghadirkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam memberdayakan perempuan pelaku UMKM agar semakin mandiri secara ekonomi,” tutur Meiry.

Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak komunitas perempuan di Kota Bandung dan sekitarnya.

Apresiasi juga disampaikan CEO Komunitas Perempuan Muda Karya, drg. Ika Nuriani.

“Anggota kami adalah perempuan-perempuan hebat yang sudah berani memulai usaha, namun membutuhkan bekal pengetahuan yang lebih kuat dalam mengelola keuangan. Kami berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan ini dapat dipraktikkan secara konsisten dan menjadi landasan bagi anggota komunitas untuk terus berkembang dan berdaya,” tegas Ika.

Program Empower Her Finance sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Goal 5 tentang Kesetaraan Gender dan Goal 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Program tersebut juga mendukung Asta Cita Ketiga melalui peningkatan lapangan kerja berkualitas dan penguatan kewirausahaan.

Melalui program ini, Universitas Al-Ghifari Bandung berharap semakin banyak perempuan pelaku UMKM yang mampu memanfaatkan teknologi digital untuk mengelola keuangan secara profesional, meningkatkan daya saing usaha, serta mewujudkan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan bagi diri sendiri, keluarga dan komunitas di sekitarnya.

Hasil program tersebut selanjutnya akan didiseminasikan melalui publikasi artikel ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi Sinta. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan model pemberdayaan perempuan berbasis literasi keuangan dan digitalisasi UMKM kepada kalangan akademisi maupun praktisi pengabdian masyarakat di seluruh Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *