Tembus 10,45 Ton! Sawah di Terisi Indramayu Panen Melimpah Berkat Teknologi Baru

INDRAMAYU, SINARPAGINEWS – Kabar menggembirakan datang dari Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. Panen perdana program Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Blok Suket Baju mencatat produktivitas fantastis.

Berdasarkan hasil ubinan resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indramayu, produktivitas padi di lokasi tersebut mencapai rata-rata 10,45 ton per hektare. Angka ini jauh melampaui produktivitas normal yang biasanya hanya 5-6 ton per hektare.

Kepala BPS Kabupaten Indramayu, Januarto Wibowo, mengungkapkan hasil itu didapat dari pengukuran di lima titik ubinan dengan varietas dan kelompok tani berbeda pada Rabu (26/8/2026).

Rinciannya, Kelompok Tani Bina Tani 2 (Inpari 32) 8,44 ton/ha, Tani Makmur (Ciherang) 12,35 ton/ha, Bina Tani 3 (Inpari 32) 9,09 ton/ha dan 11,74 ton/ha, serta Bina Tani 4 (Inpari 32) 10,65 ton/ha.

“Sehingga kalau dirata-ratakan ini istimewa, yaitu 10,45 ton per hektare,” ujar Januarto.

Kepala BRMP Jawa Barat, Detia Tri Yunandar, menjelaskan lonjakan ini tidak lepas dari modernisasi. Lahan yang dulu hanya menghasilkan 3-6 ton kini bisa 10 ton lebih berkat dukungan 11 unit pompa, 8 unit irigasi perpompaan, 1 unit combine harvester, dan 1 unit drone sprayer. Penanaman dimulai Mei 2026 dan panen bertahap sejak 19 Agustus 2026.

Meski biaya produksi naik dari Rp15 juta menjadi Rp20 juta per hektare, keuntungan petani justru melonjak. Dengan harga gabah Rp6.500/kg, ada tambahan pendapatan Rp24 juta per hektare, bahkan bisa Rp32 juta jika harga Rp8.500/kg.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, mengaku capaian ini melampaui target awal 8 ton/ha.

“Dari yang tadinya sekitar 5 sampai 6 menjadi 8 ton. Alhamdulillah berkah. Ternyata pas diukur oleh BPS juga tadi sudah dapat angka 10 ton lebih,” kata Lucky.

Menurutnya, ini bukti teknologi pertanian mampu memberi optimisme baru bagi petani Indramayu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *