VENTENY Catat Pendapatan Rp105,8 Miliar pada Semester I 2026

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA — PT VENTENY Fortuna International Tbk (VTNY) mencatat pendapatan bersih Rp105,8 miliar pada Semester I 2026. Angka itu meningkat 1,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja tersebut disampaikan VENTENY dalam Public Expose Live 2026 yang digelar dalam rangka memperingati 49 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia atas undangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 8 September 2026.

Dalam paparan tersebut, VENTENY menyampaikan perkembangan dua lini bisnis utamanya, yakni B2B Financial Services dan B2B2E melalui VENTENY Employee Super App.

Lini B2B Financial Services menjadi penyumbang pendapatan terbesar dengan kontribusi 57,5 persen atau sekitar Rp60,9 miliar. Pendapatan dari lini ini tumbuh 8,1 persen dibandingkan Semester I 2025.

Pertumbuhan tersebut terutama didorong meningkatnya kebutuhan pembiayaan di kalangan pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta korporasi.

VENTENY menyatakan akan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam mengembangkan bisnis pembiayaan. Perseroan juga berupaya menjaga kualitas portofolio dan memperkuat manajemen risiko kredit di tengah perubahan kondisi industri serta regulasi.

Selain pembiayaan, bisnis B2B2E melalui Employee Super App menyumbang pendapatan Rp44,9 miliar atau 42,5 persen dari total pendapatan Semester I 2026.

Layanan tersebut ditujukan untuk perusahaan dan karyawan dengan mengintegrasikan berbagai layanan dalam satu ekosistem digital. VENTENY menilai kebutuhan terhadap layanan semacam itu terus berkembang, terutama untuk mendukung produktivitas, kesejahteraan finansial, dan keterlibatan karyawan.

Ke depan, perseroan akan meningkatkan penetrasi produk, penggunaan layanan, dan monetisasi dari basis pengguna serta jaringan perusahaan yang telah terbentuk.

Group Chief Financial Officer VENTENY, Kaleb Solaiman, mengatakan pencapaian pada paruh pertama 2026 tidak hanya diukur dari pertumbuhan pendapatan, tetapi juga dari penguatan fundamental perusahaan.

“B2B Financial Services dan B2B2E Employee Super App memiliki karakteristik yang berbeda, namun keduanya saling melengkapi dalam membangun ekosistem VENTENY,” kata Kaleb dalam keterangan tertulis.

Menurut dia, layanan financial services memberikan akses terhadap pembiayaan produktif, sedangkan Employee Super App memperluas konektivitas VENTENY dengan perusahaan dan karyawan.

Kaleb mengatakan perseroan akan mengarahkan strategi pertumbuhan ke model yang dapat diperluas, berkelanjutan, dan menghasilkan keuntungan dengan tetap menjaga kualitas bisnis.

Memasuki paruh kedua 2026, VENTENY menetapkan tiga fokus utama, yakni memperkuat bisnis inti, memperluas ekosistem, dan meningkatkan kualitas monetisasi.

Pada bisnis inti, perseroan akan mendorong pengembangan produk berbasis teknologi dengan margin yang lebih tinggi. VENTENY juga akan memperketat pengelolaan risiko kredit untuk menjaga perputaran modal dan menekan potensi gagal bayar.

Di sisi ekosistem, perseroan berencana memperkuat kerja sama dengan mitra strategis, memperluas jaringan penyaluran pembiayaan atau disbursement network, serta meningkatkan sumber pendanaan modal.

VENTENY juga menyebut dukungan pendanaan dari mitra lokal sebagai salah satu bagian dari upaya memperkuat permodalan untuk menopang ekspansi bisnis dalam jangka panjang.

Perseroan menilai strategi tersebut sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, terutama dalam mendorong terbentuknya ekosistem keuangan digital yang inklusif dan berkelanjutan.

VENTENY saat ini menjalankan bisnis di Indonesia, Filipina, Singapura, dan Jepang. Perseroan menyatakan telah menyalurkan pembiayaan produktif kepada lebih dari 10.000 UMKM.

Sementara itu, VENTENY Employee Super App telah memiliki lebih dari 300.000 anggota eksklusif di Indonesia dan tersedia melalui Google Play serta App Store.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *