SINARPAGINEWS.COM, TEGAL — Universitas Pancasakti Tegal (UPS Tegal) menggelar Workshop Bina Talenta Tahun 2026 di Auditorium Darjoen Senoatmojo, Kampus I UPS Tegal. Mengusung tema “Membangun Generasi Muda Berkarakter, Adaptif, dan Berdaya Saing Global”, kegiatan ini menghadirkan sinergi strategis antara pimpinan universitas, pemerintah pusat, legislatif, akademisi, dan praktisi kesehatan untuk membekali mahasiswa menghadapi tantangan masa depan demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Rektor UPS Tegal, Prof. Dr. Taufiqulloh, M.Hum., menyampaikan bahwa pembinaan talenta merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen civitas akademika.
“Workshop Bina Talenta ini kita gelar untuk membangun generasi muda yang berkarakter, adaptif, dan berdaya saing global. Kita ingin mahasiswa UPS Tegal tidak hanya cerdas, tetapi juga punya integritas, daya juang, dan wawasan global,” ujar Prof. Taufiqulloh di hadapan direktur, dekan, wakil dekan, serta ratusan mahasiswa yang memadati auditorium.
Ia juga menegaskan agar seluruh karya, penelitian, serta pengabdian dari dosen dan mahasiswa harus memberikan dampak nyata kepada masyarakat, sejalan dengan arah kebijakan pemerintah.
Acara yang dipimpin oleh Wakil Rektor III Dr. Imam Asmarudin, S.H., M.H., ini menghadirkan empat narasumber kompeten yang membedah isu pembangunan SDM dari berbagai sudut pandang:
Dr. H. Agung Widyantoro, S.H., M.Si. (Ketua Komisi X DPR RI)
Dalam paparannya, Dr. Agung menyoroti momentum bonus demografi Indonesia dengan 68% populasi berada di usia produktif. Ia menegaskan bahwa potensi ini harus diisi dengan karakter tangguh agar tidak menjadi beban sosial. Tiga fondasi utama yang ditekankan meliputi integritas dan empati, adaptasi melalui literasi digital serta inovasi, serta peran kampus sebagai pusat solusi bagi masyarakat. Melalui Komisi X, pihaknya berkomitmen mendukung regulasi inklusif, penguatan ekosistem riset terapan, fleksibilitas kurikulum berbasis sains, hilirisasi inovasi, serta perluasan beasiswa KIP Kuliah. “Bersama Perguruan Tinggi, Kita Cetak SDM Berdampak Untuk Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Irvan Yuliastono (Kemendiktisaintek)
Kepala Bagian Keuangan dan Umum Ditjen Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek ini memaparkan data bahwa Indonesia memiliki 64,22 juta pemuda usia 16–30 tahun, namun 19,44% kelompok usia 15–24 tahun masih berstatus Not in Education, Employment, or Training (NEET). Di sisi lain, ekonomi digital 2045 diproyeksikan mencapai USD 4,5 triliun, sementara 65 juta pekerjaan diprediksi akan tergantikan oleh teknologi dan AI. Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan pilar karakter, adaptabilitas, dan kompetensi global melalui magang berkualitas, mentor praktisi, serta kolaborasi lintas sektor.
Dr. Mobinta Kusuma, S.Pd., M.Pd., MCE. (Akademisi UPS Tegal)
Head of Science Education Department FKIP UPS Tegal ini mengingatkan bahwa merujuk pada World Economic Forum Future of Jobs Report, 40% keterampilan kerja akan mengalami perubahan. Ia memperkenalkan konsep tiga jalur talenta: Character yang tidak tergantikan teknologi, Adaptability melalui pola Learn-Unlearn-Relearn, serta Global Competitiveness dengan prinsip berpikir global dan bertindak lokal. “Talent is Developed, Not Just Discovered,” pesannya kepada mahasiswa.
dr. Dewa Taruna Nugraha (Praktisi Kesehatan)
Dari sisi kesehatan, dr. Dewa mengingatkan bahwa kesehatan fisik dan mental adalah fondasi utama bagi generasi muda. Ia mengajak mahasiswa untuk memperhatikan pola hidup sehat, mulai dari kualitas tidur (7–9 jam sebagai strategi belajar), gizi seimbang melalui konsep Isi Piringku, hingga aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya menjaga kesehatan mental, mengenali tanda-tanda stres sebelum burnout, serta bahaya rokok dan vape bagi kalangan muda.
Melalui penyelenggaraan Workshop Bina Talenta 2026 ini, UPS Tegal menegaskan komitmen kuatnya dalam mencetak talenta-talenta unggul, berintegritas, sehat, serta siap bersaing di kancah global demi menyongsong masa depan Indonesia Emas 2045.(Hid/hms)






