Tim Riset BESTARI-Saintek Kembangkan Bank Video Bahasa Isyarat untuk Layanan Call Center 112

SINARPAGINEWS.COM, TEGAL – Tim Riset BESTARI-Saintek kembali menggelar pembuatan Bank Video Volume 2 bersama 40 peserta dari komunitas Dunia Tak Lagi Sunyi (DTLS) dan Gerkatin Kabupaten Tegal.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pengembangan model layanan publik inklusif melalui Call Center 112 agar lebih mudah diakses penyandang disabilitas rungu dan wicara.

Dalam kegiatan tersebut, peserta dilibatkan sebagai kreator konten video berbasis Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO). Materi yang direkam meliputi simulasi pelaporan keadaan darurat, kebutuhan medis, situasi bencana, hingga berbagai kondisi kegawatdaruratan.

Video tersebut nantinya menjadi dataset untuk melatih sistem kecerdasan buatan (AI) agar mampu menerjemahkan bahasa isyarat menjadi teks yang dapat dipahami operator Call Center 112.

Ketua Tim Riset BESTARI-Saintek, Akhmad Habibullah, M.I.P., bersama tim dari Universitas Pancasakti Tegal, Universitas Bhamada Slawi, dan Universitas Muhadi Setiabudi turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Program ini merupakan kelanjutan dari sejumlah kegiatan sebelumnya, mulai dari pembuatan Bank Video Volume 1, penyusunan SOP dan modul pelatihan layanan inklusif, hingga pelatihan bahasa isyarat bagi operator dan petugas pelayanan publik di lingkungan Pemkab Tegal.

Perwakilan komunitas DTLS dan Gerkatin menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka berharap pengembangan teknologi ini dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat tuli dalam mengakses layanan darurat tanpa terkendala komunikasi.

Melalui Bank Video Volume 2, tim riset menargetkan penambahan variasi data BISINDO untuk meningkatkan akurasi AI dalam menerjemahkan bahasa isyarat secara real-time.

Program BESTARI-Saintek ini diinisiasi Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek dengan pendanaan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Pengembangan tersebut diharapkan menjadi langkah nyata mewujudkan layanan Call Center 112 yang inklusif, cepat, dan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.(Hid/hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *