Kasih dalam Karya: Pameran Seni Yusuf Susilo Hartono & Budi Brassco di Jakarta

16-18 Januari 2024 di Convention Hall Hotel Neo Kebayoran, Jakarta

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA – Pameran seni lukis bertajuk “Kasih” yang berlangsung pada 16-18 Januari 2024 di Convention Hall Hotel Neo Kebayoran, Jakarta, menghadirkan karya-karya mendalam dari dua seniman ternama, Yusuf Susilo Hartono dan Budi Brassco. Pameran ini bertujuan untuk meningkatkan apresiasi seni rupa sekaligus mendukung perekonomian pelaku seni di Indonesia, sambil menggali makna kasih dalam berbagai dimensi kehidupan.

Karya yang dipamerkan oleh kedua seniman ini mengangkat tema kasih yang mencakup banyak aspek, mulai dari kemanusiaan, perempuan, anak-anak, lingkungan, hingga religiositas dan politik. Tema kasih ini menegaskan pentingnya nilai kasih sebagai dasar untuk membangun kehidupan yang lebih baik, harmonis, dan penuh empati.

Kurator Anna Sungkar Menyampaikan Kekagumannya

 

Kurator pameran, Anna Sungkar, yang sebelumnya juga menjadi kurator pameran tunggal Yusuf di Museum Nasional Jakarta tiga tahun lalu, menyatakan kekagumannya terhadap karya kedua seniman tersebut. Ia menjelaskan bahwa pameran ini menghadirkan sesuatu yang unik dengan eksplorasi media yang beragam, seperti kanvas, kertas, dan logam. “Secara umum, keduanya menghasilkan karya yang indah pada pameran ini,” kata Anna dalam wawancaranya dengan Nawacitapost.com.

Lebih lanjut, Anna menyebutkan bahwa kombinasi media yang digunakan dalam pameran ini memberikan perspektif baru dalam dunia seni rupa, baik di Indonesia maupun internasional. Ia berharap karya-karya yang dipamerkan dapat memberikan kontribusi kebaharuan yang berarti bagi perkembangan seni rupa global.

 

Proses Kurasi dan Penataan Ruang yang Menarik

Proses kurasi dan penataan ruang pameran menjadi tantangan tersendiri bagi Anna. Menemukan tata letak yang menarik agar pengunjung dapat menikmati karya-karya dengan maksimal merupakan salah satu pekerjaan penting dalam pameran ini. “Pameran ini cukup unik karena karya-karya yang ditampilkan mengeksplorasi kanvas, kertas, dan lempengan logam—sesuatu yang jarang ditemui dalam seni rupa Indonesia dan dunia,” ujar Anna.

Berkat kolaborasi yang baik antara Anna dan para seniman, pameran ini berhasil menciptakan tampilan yang memukau dan harmonis. “Dengan kerjasama yang baik dari kedua seniman, akhirnya display dapat diselesaikan dengan mudah,” tambahnya.

Pameran sebagai Ruang Dialog dan Berbagi Kasih

Pameran ini juga didukung oleh Yayasan Duta Indonesia Maju (YDIM), Manajemen Hotel Neo+, dan Media Nawacita Indonesia. Selain sebagai ruang apresiasi seni, acara ini juga menjadi wadah bagi seniman, pecinta seni, dan masyarakat untuk berbagi inspirasi dan refleksi tentang kasih. Wawan Yogaswara, seorang seniman yang hadir dalam acara pembukaan, menyampaikan bahwa pameran ini mengajak kita untuk merenungkan lebih dalam esensi kasih dalam kehidupan sehari-hari.

“Sebagai khalifah di bumi, manusia memiliki tanggung jawab untuk menebarkan kasih tidak hanya kepada sesama, tetapi juga kepada lingkungan, flora, fauna, dan seluruh ciptaan,” ujar Wawan Yogaswara.

Dukungan untuk Yayasan Kanker Anak Indonesia

Pameran ini juga bertujuan untuk mendukung Yayasan Kanker Anak Indonesia, sebuah lembaga yang berfokus pada bantuan untuk anak-anak yang mengidap kanker. Melalui tema “Kasih”, pameran ini mengajak masyarakat untuk tidak hanya menikmati seni, tetapi juga untuk memberikan kontribusi nyata dalam berbagi kasih dan membantu sesama.

Karya Yusuf Susilo Hartono dan Budhi Brassco

Yusuf Susilo Hartono, yang telah berkarya lebih dari empat dekade, menampilkan lukisan-lukisan yang mencerminkan kasih dalam berbagai tema, seperti “Kasih Ibu”, “Pandawa Kurawa Tanding”, dan “Kebangkitan”. Karya-karyanya penuh dengan nilai sosial dan budaya yang menggugah pemikiran. Sementara itu, Budhi Brassco, seniman kriya logam, menampilkan karya relief logam kuningan yang menggambarkan hubungan manusia dengan alam dan budaya. Karyanya yang menggabungkan unsur seni dan teknologi menghadirkan simbol-simbol alam seperti ikan, burung merak, dan naga, serta ikon-ikon budaya Indonesia seperti Candi Borobudur.

Pameran ini diharapkan dapat memperkaya persepsi masyarakat tentang pentingnya kasih dalam berbagai aspek kehidupan dan menginspirasi banyak orang untuk ikut serta dalam memupuk nilai-nilai kemanusiaan, sosial, dan budaya melalui seni. (rul)