SINARPAGINEWS.COM CURUP – Pengelolaan miliaran dana kapitasi oleh BPJS Rejang Lebong makin dicurigai bermasalah. Indikasinya, saat diminta data jumlah peserta yang terdaftar dari masing masing Puskesmas, justru melempar ke Dinas Kesehatan Rejang Lebong.
Padahal ada data salah satu puskesmas peserta BPJS kapitasi mencapai 16.000 lebih perbulan. Sedangkan jumlah kunjungan mencapai 14.000 lebih perbulan. Padahal jumlah penduduk se kecamatan itu hanya 26.000 jiwa.
Artinya hampir 50 persen setiap bulan warga kecamatan tersebut sakit sehingga berobat ke Puskesmas. Setidaknya bulan Februari 2024 dana kapitasi disalurkan ke Puskesmas tersebut mencapai Rp 100 juta lebih. Apa ia 14.000 lebih peserta BPJS kapitasi berobat ke Puskesmas dalam 1 bulan..?
Saat sosialisasi tentang BPJS bersama sejumlah awak media di kantor BPJS Senin (17/2/2025) Kepala Cabang BPJS REJANG LEBONG Eka N Setiani tidak menjelaskan rinci berapa peserta BPJS kapitasi setia puskesmas di Rejang Lebong. Eka bahkan lebih banyak menguraikan masalah JKN yang berhubungan dengan BPJS.” Kalau data itu Dinkes yang tau,” elak Eka.
Lucunya, setiap bulan BPJS membayarkan dana kapitasi ke Puskesmas hingga ada yang Rp 100 juta tapi tidak tahu pesertanya. Mereka beralasan dana kapitasi dibayarkan ke puskesmas sesuai kinerja serta sarana dan prasarana puskesmas tersebut. ” Pembayaran sesuai penilaian kinerja,” kata Eka.
Sementara menurut pihak Dinkes sedikitnya Rp 13 miliar dana kapitasi dikelola oleh BPJS bermitra dengan 21 Puskesmas di Rejang Lebong.
Tapi aneh klaim yang dibayarkan oleh BPJS ke Puskesmas hanya Rp 7000 perpeserta BPJS. Padahal ada peserta yang membayar BPJS Rp 150 perbulan perpeserta. Kemana sisa dari Rp 7.000 yang dibayarkan peserta tersebut. Mestinya ada audit setiap tahunnya untuk mengetahui pengelolaan dana kapitasi itu sesuai aturan atau tidak. (Iju)





