SINARPAGINEWS.COM, SUKABUMI — Suasana bengkel jurnalistik Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi terasa berbeda. Para peserta tak hanya duduk menyimak materi, tetapi seperti diajak masuk ke dapur utama profesi wartawan: seni bertanya dan menjaga martabat kata-kata.
Di hadapan peserta, Asep Solihin yang akrab disapa Avhes menyampaikan bahwa wawancara bukan sekadar menggali informasi. Lebih dari itu, wawancara adalah pertemuan manusia dengan manusia, yang di dalamnya ada etika, sopan santun, hingga cara membawa diri sebagai jurnalis.
“Tatap muka itu bukan hanya soal bertanya, tapi juga soal menghargai narasumber,” ungkap Avhes, yang juga menjabat penasihat PWI Kabupaten Sukabumi, Rabu 04 Februari 2025 di Kantor PWI Kab. Sukabumi Kompleks GOR Pemuda Cisaat Sukabumi.
Penampilan dan Sikap: Bagian dari Profesionalisme
Avhes menekankan bahwa wartawan perlu memperhatikan etika sejak awal pertemuan, termasuk dalam hal penampilan. Menurutnya, cara wartawan datang, bersikap, dan berbicara akan menentukan bagaimana narasumber membuka diri.
Dalam sesi tersebut, peserta diingatkan bahwa jurnalis harus mampu menciptakan suasana nyaman agar wawancara berjalan lancar tanpa menghilangkan batas profesional.
5W+1H: Fondasi yang Tak Boleh Hilang
Sebagai pondasi utama dalam menggali berita, Avhes kembali menegaskan pentingnya unsur 5W+1H (what, who, when, where, why, dan how).
“Dalam wawancara, unsur ini wajib dipenuhi. Tanpa itu, berita bisa kehilangan arah dan makna,” jelasnya.
Menjaga Etika Sesuai Kode Etik Jurnalistik
Lebih jauh, Avhes mengingatkan bahwa wawancara bukan ruang bebas tanpa aturan. Wartawan harus tetap berpegang pada kode etik jurnalistik, menjaga profesionalisme, serta menghormati hak narasumber.
Etika menjadi pagar agar jurnalisme tetap berjalan di jalur yang benar: mencari kebenaran tanpa melukai.
Wartawan Harus Mampu Membangun Jejaring
Di akhir materi, Avhes juga menyoroti pentingnya membangun jejaring. Menurutnya, wartawan bukan hanya penulis berita, tetapi juga penghubung informasi di tengah masyarakat.
Jejaring yang baik akan memperluas akses informasi sekaligus memperkuat posisi wartawan sebagai mitra publik. (Red)






