Direktur Distribusi PLN Tinjau SPKLU di Jalur Mudik Tol Trans Jawa, Pastikan Pemudik Kendaraan Listrik Aman hingga Tujuan

SINARPAGINEWS.COM, BANDUNG — Menjelang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah, Direktur Distribusi PT PLN (Persero), Arsyadany Ghana Akmalaputri, melakukan peninjauan langsung kesiapan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di jalur Tol Trans Jawa, tepatnya di Rest Area KM 102A dan KM 228A, Senin (16/3).

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur pengisian kendaraan listrik bagi para pemudik pengguna electric vehicle (EV) yang diproyeksikan meningkat selama periode mudik Lebaran tahun ini. Dalam kunjungan tersebut, Arsyadany memeriksa kesiapan peralatan SPKLU, sistem operasional, hingga kesiapsiagaan petugas di lapangan.

Direktur Distribusi PLN, Arsyadany Ghana Akmalaputri, menegaskan bahwa PLN terus memperkuat infrastruktur pengisian kendaraan listrik di jalur strategis mudik guna memastikan perjalanan pengguna kendaraan listrik berlangsung aman dan nyaman.

“PLN memastikan SPKLU di jalur tol dan rest area yang menjadi lintasan utama pemudik siap beroperasi secara optimal. Kami ingin pengguna kendaraan listrik dapat melakukan perjalanan dengan tenang tanpa kekhawatiran terkait ketersediaan fasilitas pengisian daya,” ujarnya.

Selain penguatan infrastruktur, PLN juga meningkatkan dukungan layanan digital melalui aplikasi PLN Mobile. Salah satunya melalui fitur Trip Planner yang membantu pengguna kendaraan listrik merencanakan perjalanan dengan menampilkan lokasi SPKLU terdekat, estimasi jarak tempuh, serta rekomendasi titik pengisian daya di sepanjang rute perjalanan.

PLN Mobile juga dilengkapi fitur Antreev yang memungkinkan pengguna memantau kondisi antrean di SPKLU secara real time. Fitur ini membantu pemudik mengetahui ketersediaan charger di suatu lokasi dan memilih titik pengisian yang lebih lengang sehingga perjalanan menjadi lebih efisien.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, yang turut mendampingi kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa kesiapan SPKLU di wilayah Jawa Barat terus ditingkatkan guna mengantisipasi lonjakan pengguna kendaraan listrik saat mudik Lebaran.

“Jumlah SPKLU di Jawa Barat saat ini meningkat sekitar 1,4 kali lipat dibandingkan periode mudik Lebaran 2025. Dengan penambahan tersebut, jarak antar SPKLU juga semakin dekat sehingga memudahkan pengguna kendaraan listrik saat menempuh perjalanan jarak jauh,” kata Sugeng.

Ia menjelaskan, pada periode mudik Lebaran 2025, jarak rata-rata antar SPKLU di jalur strategis mencapai sekitar 29 kilometer. Sementara pada tahun ini, jarak tersebut menjadi lebih dekat, yakni sekitar 28 kilometer.

Selain itu, PLN juga menyiagakan petugas selama 24 jam di berbagai titik SPKLU untuk memastikan layanan pengisian kendaraan listrik berjalan lancar selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

Kesiapan fasilitas ini turut dirasakan oleh pengguna kendaraan listrik. Salah satu pemilik kendaraan listrik, Rizky Pranata, yang melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Jawa Tengah, mengaku semakin percaya diri melakukan perjalanan jarak jauh.

“Sekarang perjalanan jauh dengan mobil listrik jauh lebih nyaman karena SPKLU sudah banyak tersedia di rest area. Dengan bantuan fitur Trip Planner dan Antreev di PLN Mobile, saya bisa merencanakan titik pengisian sekaligus memantau kondisi antrean sebelum tiba di lokasi,” ujarnya.

PLN terus memperkuat infrastruktur kendaraan listrik di berbagai jalur utama guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional. Dengan kesiapan SPKLU yang semakin luas dan terintegrasi dengan layanan digital, PLN optimistis perjalanan mudik pengguna kendaraan listrik pada Idulfitri tahun ini dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan lancar. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *