SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA — Duta Besar Abdulla Salem Obaid Salem AlDhaheri menegaskan bahwa bantuan 30 ton kurma dari pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) kepada Indonesia bukan sekadar tradisi menjelang Ramadan, melainkan simbol cinta dan persaudaraan antara kedua negara. Hal itu disampaikannya saat penyerahan simbolis kurma di Masjid Al-Amin, kompleks Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Senin, 23 Februari 2026.
“Kami datang membawa hadiah yang diberkahi ini. Rasulullah SAW bersabda, tahadu tahabu, saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai. Inilah semangat yang ingin kami wujudkan,” ujar AlDhaheri.
Menurut dia, pemberian kurma tersebut merupakan refleksi dari ajaran Islam tentang pentingnya berbagi dan memperkuat kasih sayang. Ia menilai hubungan UEA dan Indonesia tidak hanya berdimensi diplomatik, tetapi juga emosional dan kultural.
“Ketika hadiah ini kami sampaikan kepada bangsa Indonesia, itu adalah bentuk penghormatan dan rasa persaudaraan. Kami tidak merasa asing di sini,” katanya.
Distribusi ke Berbagai Daerah
Sebanyak 30 ton kurma tersebut akan didistribusikan melalui sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Agama, untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat di berbagai wilayah. Sebagian kurma juga akan disalurkan di lingkungan Kementerian Keuangan serta masjid-masjid di sekitarnya untuk kebutuhan berbuka puasa selama Ramadan 1447 Hijriah.
Perwakilan Kementerian Keuangan menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Ia menyebut dukungan pemerintah UEA sebagai bentuk diplomasi kemanusiaan yang memperkuat hubungan bilateral Indonesia–UEA.
“Ini bukan sekadar bantuan untuk berbuka puasa, tetapi simbol perhatian dan kehangatan yang melampaui batas geografis serta perbedaan budaya,” ujarnya.
Ia menambahkan, Ramadan menjadi momentum penting untuk memperkuat empati sosial dan integritas, terutama bagi aparatur negara dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Momentum 50 Tahun Hubungan Diplomatik
Tahun ini, Indonesia dan UEA memperingati 50 tahun hubungan diplomatik. Dalam lima dekade terakhir, kerja sama kedua negara berkembang di berbagai sektor, mulai dari perdagangan dan investasi hingga pendidikan, filantropi, dan bantuan kemanusiaan.
AlDhaheri, yang telah bertugas di Indonesia selama sekitar enam tahun, mengaku memiliki kedekatan personal dengan masyarakat Indonesia.
“Saya merasa berada di tengah keluarga sendiri. Hubungan ini kuat dan akan terus berkembang di masa mendatang,” tuturnya.
Ia berharap kolaborasi Indonesia–UEA tidak hanya terfokus pada sektor ekonomi, tetapi juga mencakup pembangunan sumber daya manusia, layanan sosial, kesehatan, serta program pemberdayaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Penyerahan kurma menjelang Ramadan ini diharapkan menjadi momentum mempererat persaudaraan, meningkatkan ketakwaan, dan memperkokoh kerja sama kedua negara demi kemaslahatan bersama.





