Ganti Lakon #17 Teater Akar UPS Bara Meraga

 

SINARPAGINEWS.COM, TEGAL – Teater Akar menggelar acara tahunan bertajuk “Ganti Lakon XVII”, sebuah momentum penting yang diselenggarakan untuk memperkenalkan struktur kepengurusan baru kepada seluruh anggota serta keluarga besar Akar, Sabtu (15/11).

Kegiatan ini menjadi tonggak regenerasi, sekaligus ruang selebrasi bagi perjalanan panjang organisasi teater yang terus berupaya menjaga eksistensi dan kualitas karya-karyanya. Teater Akar merupakan bagian Dari Laboratorium Bahasa di FKIP yang menaungi berbagai macam prodi bahkan Dari Fakultas lain nya.

Acara “Ganti Lakon” tahun ini mengusung tema BARA MERAGA (Bareng Akar Meramu Asa Menjaga Karya). Tema tersebut mencerminkan harapan agar seluruh anggota dapat terus bersatu, merawat semangat, dan bersama-sama melahirkan karya-karya baru yang penuh kreativitas. BARA MERAGA bukan sekadar slogan, melainkan ajakan untuk menyalakan kembali “bara” seni yang menghangatkan dan menggerakkan tubuh, pikiran, serta batin para pegiat teater.

Kegiatan dibuka dengan sambutan hangat dari jajaran pengurus lama yang telah menuntaskan masa baktinya.

Dalam sambutan tersebut, mereka menyampaikan pesan pesan inspiratif mengenai pentingnya dedikasi, kerja tim, dan kecintaan terhadap dunia teater. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh pembina Teater Akar Sanday Jamaludin Dan di serahkan ke lurah Teater Akar yang baru Salma mahasiswi PBSID Dan di makan bersama dengan lurah Akar yang lama Herlin mahasiswi Pendidikan IPA. Hal ini dilakukan sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan organisasi selama satu tahun terakhir, serta doa agar kepengurusan baru dapat menjalankan amanah dengan baik. Berharap di kepengurusan ini dapat meningkatkan prestasi yang sudah di raih pada kepengurusan yang lama.

Sebagai bentuk perayaan seni, Ganti Lakon XVII menghadirkan beragam pertunjukan yang dikemas secara menarik. Penonton diajak menikmati tari Tanjung Gemirang, tarian khas Banyumas yang enerjik, anggun, dan penuh makna. Suasana menjadi semakin hikmat dengan sajian dramatic reading naskah Tanda Silang karya Eugene O’Neill, yang menampilkan penghayatan mendalam dari para anggota baru.

Tidak berhenti di situ, acara turut dimeriahkan dengan musikalisasi puisi, yang menggabungkan seni kata dan nada untuk membangkitkan emosi penonton. Sebagai penutup, para anggota lama—yang akrab disebut “mas-mas Akar”—menyuguhkan penampilan humoris dan menggelitik, menghadirkan tawa namun tetap menyiratkan kritik serta pesan sosial khas dunia teater.

Selain menjadi ajang pertunjukan seni, kegiatan ini berfungsi sebagai ruang temu antar generasi. Anggota lama dapat mengenal lebih dekat visi, misi, karakter, serta potensi anggota baru. Interaksi tersebut diharapkan mampu memperkuat ikatan kekeluargaan yang selama ini menjadi ciri khas Teater Akar.

Melalui terselenggaranya Ganti Lakon XVII, diharapkan muncul semangat baru dalam tubuh organisasi, meningkatnya kekompakan, serta terbangunnya kerja sama antar anggota yang lebih solid. Regenerasi bukan hanya pergantian nama dalam struktur organisasi, melainkan proses estafet nilai, ide, dan tekad untuk terus berkarya.

Dengan berakhirnya acara ini, seluruh anggota Akar siap melangkah bersama, menapaki “lakon” baru dengan penuh tanggung jawab, kreativitas, dan semangat yang menyala seperti bara yang tak pernah padam.(Hid/hms).

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *