Gedung Putih Berencana Cegah Perpanjangan Kehadiran Pasukan Penjaga Perdamaian di Lebanon

SINARPAGINEWS.COM, LEBANON – Dilansir dari laman  pars today (18/8/25), Seiring dengan kian dekatnya akhir misi pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL), Gedung Putih dilaporkan berencana menghalangi perpanjangan kembali aktivitas pasukan ini.

Penolakan Washington terhadap perpanjangan aktivitas pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) telah menciptakan friksi antara Gedung Putih dan sekutu-sekutunya di Eropa serta berdampak negatif terhadap keamanan Asia Barat.

Misi UNIFIL di Lebanon berakhir pada akhir Agustus tahun ini. Pasukan multinasional ini telah memainkan peran penting dalam memantau situasi keamanan di Lebanon selatan selama beberapa dekade, terutama selama perang antara rezim Israel dan Hizbullah Lebanon tahun lalu.

UNIFIL hadir di wilayah tersebut untuk memantau penarikan pasukan Israel dari Lebanon selatan setelah invasi rezim tersebut pada tahun 1978, dan misi serta kegiatannya diperluas pada tahun 2006 setelah perang 33 hari antara rezim Israel dan Hizbullah Lebanon.

Banyak anggota parlemen Amerika, beberapa di antaranya kini menjadi tokoh berpengaruh dalam pemerintahan Presiden AS Donald Trump, mengkritik keberadaan pasukan ini. Mereka menganggap kegiatan pasukan ini hanya membuang-buang uang. Terlepas dari pandangan tersebut, kini terdapat bukti dan berbagai laporan yang menunjukkan bahwa Gedung Putih berupaya mencegah perpanjangan aktivitas pasukan UNIFIL di Lebanon; sebuah tindakan yang menjadi tantangan baru dalam hubungan Washington dengan sekutu utamanya, yaitu tiga negara Eropa, Prancis, Inggris, dan Italia.

Menurut  pars today mengutip IRNA, para pejabat pemerintahan Trump mengumumkan bahwa Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio telah menandatangani sebuah rencana awal pekan lalu, yang menurutnya kegiatan UNIFIL akan berakhir dalam enam bulan ke depan.

Tindakan ini dilakukan ketika anggaran Washington untuk pasukan ini telah dikurangi secara signifikan.

Tel Aviv juga telah berupaya mengakhiri misi UNIFIL selama bertahun-tahun. Pemungutan suara untuk memperpanjang kegiatan pasukan ini seringkali dilakukan setelah berminggu-minggu perdebatan dan konflik politik di Dewan Keamanan PBB.

Negara-negara Eropa, terutama Italia dan Prancis, telah berulang kali menentang pengurangan dan penarikan pasukan ini dan terus melanjutkan upaya mereka untuk memperpanjang kehadiran UNIFIL. Beberapa sumber informasi di Washington telah mengumumkan bahwa periode enam bulan ini juga diperpanjang berkat upaya Paris dan Roma, dan rezim Zionis akhirnya terpaksa menerima rencana ini.

Saat ini terdapat 10 ribu pasukan penjaga perdamaian di Lebanon selatan, sementara militer Lebanon memiliki enam ribu tentara dan rencananya jumlah tersebut akan ditambahkan ke 10 ribu pasukan tersebut. (MF)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *