SINARPAGINEWS.COM REJANG LEBONG – Ironis menimpa rakyat Rejang Lebong yang kini masih sulit mendapatkan beras murah. Tapi diduga oknum pegawai Bulog Rejang Lebong menyimpangkan penjualan beras ke salah satu gudang hingga ratusan ton. Bahkan info transaksi penjualan beras merek SPHP itu hingga hampir Rp 1 miliar.
Ketika dikonfirmasi Kepala Bulog Rejang Lebong melalui Asman Minku Asisten Manager Bulog Rejang Lebong membantah keras adanya dugaan penyimpangan penjualan beras SPHP ke gudang tersebut.
” Sepengetahuan kita tidak ada itu. Gudang mana,” kata Asman kepada sejumlah awak media Jumat (28/2/2025) di kantor Bulog Jl S Sukowati Curup.
Lanjut Asman memang Bulog ada kerjasama dengan mitra yang jumlahnya sekitar 100 mitra. Tapi mitra itu paling banyak membeli beras 2 ton perminggu. ” Kalau beras komersil ya berapa mau beli kita jual. Kan tidak subsidi. Tapi SPHP itu subsidi aturannya ada,, kita tidak sembarangan jualnya,” tegas Asman.
Sementara itu berdasarkan info terhimpun dari berbagai sumber bahwal akhir Januari atau awal Februari 2025 lalu diduga Bulog menjual beras SPHP ke salah satu gudang milik sebut saja namanya Mikail, 58 di wilayah Curup hingga transaksi penjualan hampir Rp 1 miliar.
” Banyak pak duit nyo ajo hampir Rp 1 miliar. Beras SPHP nian pak Ado karungnyo Warno kuning hijau berat 5 kg tu,” ungkap sumber yang juga penjual beras
Lanjutnya, penjualan beras Bulog yang diduga untuk rakyat miskin itu karena stok beras SPHP waktu itu sangat banyak di Bulog. ” Kami Idak tahu nian kalu beras itu subsidi. Tapi beras itu dijualnya labgsung ke pasar,” demikian sumber dirahasiakan identitasnya. (Ishak Juarga)





