SINARPAGINEWS.COM, KOTA TEGAL – SD Muhammadiyah 1 Kota Tegal (Mutugal) menutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan berbagai kegiatan edukatif yang mengedepankan pembentukan karakter dan budaya sekolah ramah, Jumat (17/7). Kegiatan diawali dengan senam sehat bersama di lapangan, dilanjutkan sosialisasi pencegahan perundungan (anti bullying) bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Tegal, kemudian ditutup secara resmi melalui seremoni penutupan MPLS.
Suasana penuh semangat tampak sejak pagi ketika seluruh peserta didik mengikuti senam sehat bersama. Selain menumbuhkan kebugaran jasmani, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat kebersamaan antarwarga sekolah sebelum mengikuti materi penutup MPLS.
Pada sesi berikutnya, peserta didik mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai melalui sosialisasi anti bullying yang disampaikan oleh tim dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Tegal. Materi disampaikan secara komunikatif agar mudah dipahami oleh anak-anak, mulai dari mengenali bentuk-bentuk perundungan, dampaknya terhadap korban, hingga pentingnya saling menghormati, peduli, dan berani melaporkan apabila melihat tindakan perundungan.
Kepala SD Muhammadiyah 1 Kota Tegal, Ina Oktaviana, M.Pd, mengatakan bahwa penutupan MPLS bukan sekadar mengakhiri rangkaian kegiatan pengenalan sekolah, tetapi juga menjadi momentum memperkuat nilai-nilai karakter yang akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
“Kami ingin peserta didik tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga memahami pentingnya saling menghargai, peduli terhadap sesama, dan menciptakan suasana belajar yang aman serta menyenangkan. Kolaborasi dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Tegal menjadi bekal yang sangat baik untuk menanamkan nilai tersebut sejak dini,” ujarnya.
Humas SD Muhammadiyah 1 Kota Tegal, Rizqi Latifatul Annisa, S.Pd, menuturkan bahwa seluruh rangkaian MPLS dirancang untuk memberikan pengalaman pertama yang positif bagi peserta didik baru.
“Selama lima hari, anak-anak dikenalkan dengan budaya sekolah, pembiasaan positif, berbagai kegiatan kolaboratif, hingga edukasi tentang pentingnya menghormati sesama. Harapannya, mereka merasa nyaman berada di sekolah dan siap mengikuti proses pembelajaran dengan penuh semangat,” katanya.
Sementara itu, Wahyu, perwakilan dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Tegal, mengapresiasi kepedulian SD Muhammadiyah 1 Kota Tegal dalam membangun budaya sekolah yang ramah anak.
“Pencegahan perundungan harus dimulai sejak usia dini. Melalui sosialisasi ini kami mengajak anak-anak untuk saling menghargai, berteman dengan baik, berani berkata tidak terhadap perundungan, dan segera menyampaikan kepada guru atau orang tua apabila mengalami maupun menyaksikan tindakan bullying. Sekolah yang aman akan membuat anak lebih nyaman belajar dan berkembang,” ungkapnya.
Melalui penutupan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027, SD Muhammadiyah 1 Kota Tegal kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan. Dengan mengusung semangat Mutu 3B (Berakhlak, Berkolaborasi, Berprestasi), sekolah berharap seluruh peserta didik dapat tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.(Hid/hms)






